Nuansa Desa di Kampung Lama, Ada Makanan Tradisional
Yang unik dari tempat satu ini, di sini, travelers tidak menggunakan mata uang rupiah sebagai alat untuk bertransaksi.
TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG-Budaya, tarian, musik bahkan makanan khas tradisional, merupakan kekayaan leluhur yang terdapat di Indonesia, khususnya Sumatera Utara.
Seperti di Kabupaten Deliserdang, tepatnya di Kampung Lama, Desa Denai Lama, Kecamatan Pantailabu, anda bisa merasakan semuanya.
Mulai dari makanan, kehidupan pedesaan, musik tradisional, tarian dan pakaian beraneka suku bisa anda dapatkan di tempat wisata kuliner 'Kawan Lama'.
Di tempat ini yang merupakan surga kuliner, anda bisa mendapatkan makanan tradisional yang sudah sulit ditemukan seperti tiwol, nasi wortel, nasi bakar, nasi riwet.
Candil ungu, es cendol, getuk, lupis, teh tradisional, kerak telur dan aneka makanan lainnya yang dapat memanjakan lidah para pecinta kuliner.
Yang unik dari tempat satu ini, di sini, travelers tidak menggunakan mata uang rupiah sebagai alat untuk bertransaksi.
Di Kawan Lama ini travelers menggunakan mata uang 'tempu'.
Alat transaksi yang disediakan di tempat ini terbuat dari batok kelapa.
Baca juga: ASTAGA, Jadi Bajing Loncat, Sejumlah Bocil Diduga Mabuk Lem Nekat Jarah Barang di Atas Truk
Di dalamnya terdapat tulisan 'pekan serapan karya anak muda', 'Kawan Lama'.
Satu tempu senilai dengan uang Rp 2 ribu.
Jajanan atau makanan di tempat ini juga terbilang cukup murah. Untuk cemilan seperti lupis dihargai 3 tempu.
Untuk telur gulung dihargai satu tempu, satu teko teh poci dihargai 5 tempu yang bisa dinikmati empat orang.
Di lokasi ini, terdapat puluhan stand makanan maupun jajanan tradisional.
Travelers jangan takut, untuk lokasi makan, pihak pengelola menyediakan tikar atau alas yang berada di bawah pepohonan rimbun dengan konsep lesehan.
Sembari menikmati makanan tradisional, di 'Kawan Lama' ini kita juga disuguhkan musik tradisional dari suku Melayu.
Untuk buah-buahan juga tersedia, seperti pisang, beraneka buah lainnya dan juga jus.
Seorang pengunjung, Indah (34) mengatakan bahwa dirinya datang bersama keluarga dan anaknya.
Baca juga: TAMPILAN Kartika Putri yang Jadi Sorotan, Mulai Bibir Tebal yang Dioperasi hingga Alisnya, Cantik ?
"Saya sengaja datang ke sini, bersama anak dan mama. Saya datang untuk menikmati makanan khas tradisional yang sudah sulit ditemukan," ujarnya, Minggu (4/4/2021).
Lanjutnya, makanan di sini rasanya tidak perlu diragukan.
"Mereka menjaga kualitas, tidak asal menjual makanan. Begitu di rasa, kita tahu mana yang original tanpa pemanis buatan. Pokoknya tempat di sini rekomendasi untuk bersantai bersama keluarga," katanya.
Tidak hanya itu, sambung Indah, dirinya juga menikmati nuansa dan harga makanan yang terbilang murah.
"Selain tempat dan nuansa. Harga makanannya bener-bener murah. Pokoknya rekomendasi banget," ungkapnya.
Informasi yang berhasil dihimpun, tempat ini buka pada akhir pekan saja yakni Sabtu dan Minggu.
Pengunjung yang ramai itu pada hari Minggu sejak pukul 06.00 WIB, sampai pukul 09.00 WIB.
Baca juga: Dalam Satu Malam, Lima Rumah di Dua Kecamatan yang Ada di Kabupaten Taput Jadi Abu
Lokasi ini juga tidak lama buka, yakni sejak pukul 06.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB.
Pantauan di lokasi, terlihat ramainya pengunjung yang berdatangan.
Meski di tengah pandemi, pengunjung yang datang juga terlihat mematuhi protokol kesehatan.
(mft/tribun-medan.com/tribunmedan.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pengunjung-padati-lokasi-kuliner-kawan-lama.jpg)