Breaking News:

Air Ledeng Sudah Mengalir 24 Jam, Warga Denai: Terimakasih PDAM Tirtanadi dan Gubernur Sumut

Setelah lewat pukul 06.00 WIB, hanya tinggal tetesan air yang keluar dari keran, bahkan tidak mengalir sama sekali.

Pekerja PDAM Tirtanadi melakukan perbaikan instalasi air minum 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejak dua bulan yang lalu air leding di Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, Medan, sudah mengalir ke rumah warga selama 24 jam.

Pasihar Lumbantoruan, Warga Lingkungan VIII Kelurahan Denai mengatakan, selama bertahun-tahun mereka harus menampung air pada jam tertentu. 

"Dulu air leding cuma mengalir dari jam 12 malam sampai jam 6 pagi, itupun aliran airnya kecil. Jadi kami biasanya harus menampung air di bak atau ember mulai jam 12 malam. Karena kalau tidak ditampung air kami tidak ada untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Pasihar, Senin (5/4/2021).

Setelah lewat pukul 06.00 WIB, hanya tinggal tetesan air yang keluar dari keran, bahkan tidak mengalir sama sekali.

Meskipun saat ini aliran air belum konstan selama 24 jam, warga bersyukur karena setidaknya air sudah mengalir terus dan tidak perlu lagi menampung air di malam hari.

"Saya sangat berterimakasih pada PDAM Tirtanadi dan juga Gubernur, karena saat ini warga di sini sudah bisa menggunakan air 24 jam. Seperti mama saya yang sudah tua, tidak perlu capek-capek lagi menampung air, kalau mau beraktivitas sudah gampang," kata Pasihar.

Yanurianto, Kepala Lingkungan VIII, Kelurahan Denai mengatakan hal yang sama. Dulu banyak warga yang mengeluh karena air hanya mengalir pada jam tertentu.

"Kalau kami disini pakai sumur bor, tidak pakai air leding. Tapi dari dulu memang sudah banyak saya dengarkan keluhan-keluhan masyarakat disini mengenai air leding yang macet-macet dan kotor," ujar Yanurianto.

Ia mengatakan, sejak dibangunnya PDAM yang baru di Jalan pasar V Kelurahan Tembung, Kecamatan Medan Tembung, sekitar dua bulan yang lalu, air leding di Kelurahan Denai sudah bisa mengalir 24 jam.

Asep, Penjaga Masjid Taqwa Muhammadiyah Denai mengatakan hal senada juga.

"Dulu sebelum airnya lancar di masjid ini, harus dibantu dengan mesin supaya airnya mengalir. Kalau tidak, ya cuma netes-netes saja, seperti di rumah warga. Sekarang sudah enak lah, airnya sudah mengalir terus," ujarnya.

(Cr17/tribun-medan.com) 

Penulis: Almazmur Siahaan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved