Breaking News:

INILAH Penyebab Gempa di Samosir, Ada Patahan di Bawah Danau Toba yang Bergerak

Dia pun mejelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan gunung yang sebelumnya telah tidur panjang kemudian meletus. 

facebook/endy nanang
Data Gempa Samosir Danau Toba hingga 4 April 2021 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengamat Gunung Api di Sinabung Armen menjelaskan fenomena cuaca buruk di sekitar Danau Toba tidak akan berujung meletusnya Gunung Toba

"Berdasarkan peralatan kita yang di sana, yakni satu seismometer di Pusuk Buhit menandakan bahwa aktivitas Gunung Toba masih dalam kategori normal," kata Armen kepada Tribun Medan melalui saluran telepon, Senin (5/4/2021). 

Ia mengaku belum mengamati fenomena di Danau Toba secara mendalam.

Sementara itu untuk gejala gempa bumi memang efek dari patahan di sekitar Danau Toba yang aktif.  

"Di sana kan ada patahan yang membentang di tengah - tengah Sumatera. Salah satunya di Danau Toba. Patahan itu lah yang bergerak," ujarnya. 

Dia pun mejelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan gunung yang sebelumnya telah tidur panjang kemudian meletus. 

Misalnya kegempaan di sekitar wilayah gunung meningkat.

Kemudian, adanya gas yang keluar dalam skala besar.

Serta suhu air panas yang berada di sekitar gunung akan naik. 

"Tetapi kalau gunung itu meletusnya tiba - tiba tentu akan sulit untuk diprediksi. Tapi intinya, kalau dilihat dari gejala di Danau Toba belum ada tanda - tanda akan meletus. Tapi namanya alam bisa suatu saat berubah," ucapnya. 

Halaman
12
Penulis: Goklas Wisely
Editor: Royandi Hutasoit
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved