ISI Surat Pamit Dekat Jenazah Mama Muda, Ditemukan Tewas Menggantung di Kamar, Pikul Beban Hidup
Warga Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat dikagetkan dengan kabar mama muda (DRY) berusia 30 tahun meninggal dunia di rumahnya.
TRIBUN-MEDAN.COM - Warga Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat dikagetkan dengan kabar mama muda (DRY) berusia 30 tahun meninggal dunia di rumahnya.
Dua anaknya yang masih balita juga ditemukan tak bernyawa di dalam kamar. Totalnya ada 3 jenazah di rumahnya.
Tentu saja kematian ibu bersama dua anak ini membuat kaget.
Penemuan mayat di dalam rumah itu berawal dari kecurigaan Burhanudin, suaminya.
Baca juga: Mama Muda Bekap 2 Balitanya Hingga Tewas, Lalu Gantung Diri, Ditemukan Sepotong Surat di Kamar
Baca juga: Desiree Tarigan Angkut Barang di Dapur Rumah Pakai Truk, Se-isi Ruangan Kosong: Dapurnya Dirontokin
Baca juga: Desiree Tarigan Murka Dituduh Selingkuh, Hotma Sitompul Cemburu Istrinya Dekat sama Calvino Samudra
Baca juga: Desiree Tarigan Hanya Senyum, Panjatkan Doa Terkait Masalah: Kebenaran akan Mencari Jalannya Sendiri
Kala itu, Burhanudin akan pulang ke rumahnya dari Cileunyi usai mengikuti pendidikan Satpam.
Lalu, ia menelepon sang istri untuk memberikan kabar kepulangannya.
Tetapi, sang istri tak menangkat telepon alias tidak merespon. Sehingga, Burhanudin meminta bantuan Reza, adiknya untuk menghubungi istri.
Akan tetapi, telepon Reza juga tidak diangkat.
Setelah itu, Reza pun mendatangi rumah yang ditempati keluarga kakaknya itu.
Atas permintaan Burhanudin, Reza beberapa kali menggedor pintu rumah itu.
Karena masih tak ada respons, Reza pun memutuskan mengintip melalui ventilasi dan melihat kedua anak korban yang "sedang tertidur".
"Saat itu suami korban yang pulang menjalankan pendidikan Satpam di daerah Cileunyi. Sekitar pukul 14.30 WIB saksi (Reza) mengecek keberadaan korban (Dina) karena dihubungi tidak ada jawaban. Saksi kemudian menggedor pintu rumah tiga kali, namun tidak ada respons kemudian dia melihat dari lubang atas pintu," kata Yohanes, tetangganya saat dikonfirmasi, Kamis (8/4/2021).
Yohanes mengatakan, saksi Reza kemudian melaporkan hal tersebut kepada kakaknya. Sesampainya di rumah, Burhanudin langsung mendobrak pintu rumahnya.
Diketahui, posisi Dina menggantung di kusen pintu, sedangkan kedua anaknya dalam posisi terlentang di atas kasur.
"Sampai saat itu suami korban terkejut dan langsung menghampiri ke tempat kejadian dan benar terlihat korban sudah meninggal," kata Yohanes.
Baca juga: DULU Rhoma Irama Menghina Inul Daratista, Disebut Comberan, Kini Dendamnya Terbalas: Ada Kebencian
Baca juga: Desiree Tarigan (Mamitoko) Setiap Bulan Dikasih Uang Belanja Ratusan Juta, tapi 8 Tahun tak Digauli
Baca juga: Desiree Tarigan (Mamitoko) Memang tak Pernah Dipukul, Cuma 8 Tahun Hotma tak Pernah Menggaulinya
Sejauh ini, polisi masih melakukan olah TKP terkait peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian juga sudah memasang garis polisi di lokasi kejadian agar tidak ada warga yang melintas.
Yohanes mengatakan ketiga korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk dilakukan autopsi lebih lanjut.
Sebelumnya, Kapolsek Cipatat, Kompol Yana Supyana, membenarkan adanya kejadian itu.
"Baru diketahui saat suami korban (Dina) pulang menggedor-gedor pintu rumah tidak ada jawaban. Setelah didobrak, dia baru tahu kondisi di dalam rumah," ujar Kapolsek saat dihubungi melalui ponselnya, Rabu (7/4/2021).
Warga kampung langsung geger kemudian melaporkan temuan itu ke Polsek Cipatat.
"Sejauh temuan, belum ditemukan ada bekas dugaan tindak pidana," ucap Kapolsek.
Informasi dihimpun Tribun Jabar, Dina Rosdiana diduga membekap mulut kedua anaknya sebelum gantung diri.
Kedua anaknya ditemukan terlentang di atas kasur sedangkan ibunya, ditemukan gantung diri.
Hal itu berdasarkan temuan polisi di lokasi kejadian saat dilakukan olah tempat kejadian perkara.
"Sejauh ini temuan kami seperti itu. Tidak ditemukan ada dugaan tindak pidana," ujar Yana Supyana.
Tribun menerima laporan kejadian beserta kronologi kejadian.
Dilaporkan juga bahwa di lokasi kejadian, ditemukan surat yang diduga ditulis Dina soal beban utang.
Yana Supyana pun membenarnya adanya surat tersebut.
"Iya memang seperti itu kejadiannya," ucap dia.
Terpisah, kepala desa tempat korban tinggal, Darya Suganda mengatakan, kasus tersebut dipicu beberapa hal salah satunya utang sang ibu sebesar Rp 8 juta tanpa sepengetahuan suaminya.
"Sebenarnya masih simpang siur penyebabnya dan belum bisa menyimpulkan, tapi saya mendapat laporan dari suaminya langsung, katanya istrinya punya utang Rp 8 Juta tanpa sepengetahuan dirinya," katanya saat ditemui di kantornya, Kamis (8/4/2021).
Darya menambahkan, pemicu lain dari kasus tersebut adalah masalah rumah tangga.
Menurut Darya, di lokasi ditemukan surat wasiat yang bertuliskan kata" PAMIT" yang besar.
Namun bukti tersebut langsung diamankan pihak kepolisian yang bertugas menangani kasus tersebut.
"Memang betul adanya surat wasiat itu, tapi kami sendiri pihak desa bahkan keluarga belum bisa melihat surat tersebut karena langsung diamankan pihak kepolisian bersama handphone suaminya," kata dia.
Saat ini tengah dilakukan autopsi pada ketiga korban di Rumah Sakit Sartika Asih.
Darya mengatakan diduga DRY meracuni anaknya terlebih dahulu.
"Yang saat ini sedang diselidiki itu penyebab anaknya meninggal, diindikasikan ibunya meracuni anaknya terlebih dahulu karena mulut anaknya yang berbusa," ucapnya.
DISCLAIMER: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.
Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling,
Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:
Https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/
Kementerian Kesehatan sendiri menyediakan layanan konseling lewat nomor telepon 500-454.
Selain itu, masyarakat juga bisa mendapatkan layanan lewat nomor telepon gawat darurat 119.
Bisa juga menghubungi puskesmas terdekat atau menghubungi Yayasan Pulih dan Heart of People, Yayasan Bagi Hati Bagi Jiwa Indonesia.
- Yayasan Pulih, email: pulihfoundation@gmail.com, e-counseling: pulihcounseling@gmail.com
- Heart Of People, Yayasan Bagi Hati Bagi Jiwa Indonesia, Union Space Satrio Tower, level 16th, Suite 07, email: heartofpeople.id@gmail.com. Instagram: heartofpeople.id
(Tribunjabar.id/ Wildan Noviansah)
Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com dengan judul Detik-detik Ibu Bersama 2 Anaknya Ditemukan Tewas di Cipatat, Surat Bertulis 'PAMIT' Jadi Misteri