Breaking News:

Pemkab Sergai Hanya Usulkan Formasi Tenaga Teknis dan Tenaga Kesehatan untuk CPNS 2021

Sutarman menyebut Pemkab tetap mengusulkan kebutuhan tenaga guru hanya saja pada jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K)

Indra / Tribun Medan
Bupati Sergai, Darma Wijaya berfoto bersama dengan para guru SMP Negeri 1 Seirampah saat melakukan kunjungan ke sekolah tersebut Senin, (5/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemkab Serdang Bedagai (Sergai) telah mengirimkan usulan kebutuhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Dalam usulan itu kebutuhan tenaga guru sama sekali tidak dimasukkan. Artinya bisa dipastikan ke depan ketika ada pelaksanaan ujian seleksi CPNS di Sergai tidak ada kebutuhan tenaga guru. 

"Kita hanya mengusulkan untuk tenaga teknis dan tenaga kesehatan. Jadi untuk usulan CPNS nggak ada untuk tenaga guru. Total kebutuhan CPNS yang kita minta ada 96 orang," ujar Kabid Mutasi dan Pengadaan Pegawai BKD Sergai, Sutarman Kamis, (8/4/2021).

Meski tidak dimasukkan dalam usulan untuk jalur CPNS 2021, namun Sutarman menyebut Pemkab tetap mengusulkan kebutuhan tenaga guru hanya saja pada jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Hal ini lantaran disadari hingga kini sebenarnya masih banyak sekolah-sekolah yang kekurangan guru. Untuk jumlahnya ada diusulkan permohonan sebanyak 100 orang. 

"Intinya 2021 nggak ada jalur CPNS untuk guru tapi dari P3K. Untuk P3K ini sesuai dengan Program Kemendikbud 1 juta guru perekrutannya. Ada 100 orang tenaga guru yang kita usulkan untuk P3K tapi nggak tau juga kita nanti berapa yang akan disetujui atau ada yang dicoret," kata Sutarman. 

Bupati Sergai, Darma Wijaya mengaku akan  menerapkan kebijakan baru ketika sudah  menerima orang-orang yang sudah lulus CPNS atau P3K.

Ia menyebut sebelum 10 tahun bertugas tidak diperkenankan untuk pindah tugas. Selama ini banyak yang pindah karena merasa tidak sanggup untuk mengabdi di daerah yang jauh dari kota. 

"Sebelum 10 tahun nggak boleh pindah, siapa pun dekingnya. Ini yang mau saya terapkan kedepannya. Ada pula baru beberapa hari bertugas mau minta pindah. P3K kemarin banyak yang mau pindah saya bilang ngundurkan diri saja," kata Darma Wijaya. 

Pria yang akrab disapa Wiwik ini menyebut tidak mempersoalkan kalau pegawai menjadi benci karena kebijakannya.

Meski juga dipilih oleh pegawai namun disebut rakyat lah yang paling banyak memilihnya.

Disebut kebijakan itu harus dijalankan karena jika tidak terjadi kekurangan pegawai di kecamatan terjauh seperti di Kecamatan Bintang Bayu.

"Mau dibilang masak Pak Bupati nggak bisa menolong aku katanya ya nggak apa-apa. Pegawai negeri rata-rata benci sama saya tapi yang milih saya rakyat. Dari Bintang Bayu minta-minta ke Kota Medan, itu yang nggak boleh lagi kalau belum 10 tahun," kata Wiwik.

(dra/tribun-medan.com). 

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved