Breaking News:

Disperindag Sumut Siapkan 10 Titik Pasar Murah Saat Ramadhan, Ingatkan Jangan Ada Penimbunan

Usai melakukan sidak di Pasar Sei Sikambing Medan, Disperindag Sumut menyebutkan kebutuhan pasokan aman saat Ramadhan.

TRIBUN MEDAN/VICTORY
Riadil Akhir Lubis 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Usai melakukan sidak di Pasar Sei Sikambing Medan, Jumat (9/4/2021), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut menyebutkan kebutuhan pasokan aman saat Ramadhan.

"Untuk tiga bulan ke depan masih aman. Memang harga daging naik jadi Rp 120 ribu itu di pasar sini. Kalau di pasar lain juga kenaikan harga tidak terlalu signifikan," ungkap Kadis Perindag Sumut, Riadil Akhir Lubis.

Ia mengakui bahwa ada beberapa komoditas pangan yang merangkak naik seperti cabai merah maupun cabai rawit di daerah bukan penghasil komoditas tersebut.

"Tetapi cabai di beberapa wilayah ada naik dan turun. Misalnya daerah-daerah yang bukan penghasil cabai itu naik misalnya di Sibolga, Padangsidempuan. Tapi kalau di daerah penghasil seperti Karo, Dairi itu turun atau stabil. Kalau harga cabe masih di Rp 40 ribu, di Tapsel harga cabe rawit agak mahal karena memang tidak tersedia," ujarnya.

Adapun untuk di Pasar Sei Sikambing harga cabai merah berada di kisaran Rp 36 ribu - Rp 38 ribu, bawang merah Rp 28 ribu, bawang putih Rp 27 ribu.

Dalam mengantisipasi kestabilan harga saat Ramadhan, Riadil akan menggelar 10 titik pasar murah di Sumut.

"Untuk mengantisipasi lonjakan harga, kita sedang merencanakan pasar murah di 10 titik dari APBN dan APBD. Kita juga dorong kabupaten kota untuk melakukan hal yang sama agar harga bisa terjangkau, aman, dan tersedia," tuturnya.

Baca juga: Mayat Pria Ditemukan di Semak-semak Kuburan China Delitua

Terkait pasar murah ini, ada 15 komoditas yang akan dijual, seperti beras, tepung, gula, cabai, telur, daging, bawang merah, maupun bawang putih.

"Kita akan gandeng distributor dan Bulog dan akan kita selenggarakan 3-5 hari. Karena inikan di masa Covid-19 kita harus jaga protokol kesehatan," kata Riadil.

Riadil juga meminta masyarakat agar tidak panik menimbun barang lantaran pasokan barang bisa terkendali.

"Gak usahlah kita menimbun barang saat Ramadan ataupun jelang Ramadan. Karena kita pastikan stok akan tersedia. Kemudian kita utamakan agar para distributor untuk tidak menimbun. Itu sudah ditegaskan oleh Satgas Pangan Polda jangan menimbun akan terkena pidana, sama-sama lah kita mengawal itu," ujar Riadil.

Baca juga: Sudah Ditinjau Bobby Nasution Tapi kok Jembatan Gang Mesjid Belum Diperbaiki? Warga Terheran-heran

Baca juga: Gubernur Edy Rahmayadi Marah Temukan Beras Tak Sesuai Takaran, Pedagang Langsung Keringat Dingin

Hal ini juga ditimpali, Sekretaris Satgas Pangan Poldasu, Indra yang menuturkan bahwa Satgas Pangan akan tetap mengawasi harga pangan saat Ramadan untuk mencegah adanya penimbunan, efek dari panic buying.

"Kita bersama-sama bersosialisasi kepada para pelaku usaha ataupun distributor untuk tidak adanya lonjakan harga atau kelangkaan bahan pokok dan mengantisipasi adanya panic buying. Selain itu, kita juga akan operasi pasar, sidak pasar guna mencegah gejolak harga. Kita juga akan bersiap untuk menggelar pasar murah untuk menjaga stabilisasi harga," ucap Indra.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved