Breaking News

Ramadan 2021

Keluar Air Mani atau Mimpi Basah Jelang Imsak, Lalu Makan Sahur, Puasanya Sah atau Batal?

Sebab, banyak yang menganggap jika dalam keadaan junub atau hadas besar harusnya mandi wajib lebih dahulu baru Sahur.

Tribun
Ilustrasi Mandi Wajib atau Mandi Junub - Keluar Air Mani atau Mimpi Basah Jelang Imsak, Lalu Makan Sahur, Puasanya Sah atau Batal? 

TRIBUN-MEDAN.com -  Jadi pertanyaan besar, mimpi basah atau keluar air mani jelang imsak, lalu makan sahur. Apakah puasanya sah atau batal?

Berikut selengkapnya pembahasan mengenai hal ini kami jabarkan.

Kerap menjadi perdebatan, bolehkah langsung makan Sahur dan kemudian Puasa Ramadhan sementara kita dalam keadaan junub atau mengalami Mimpi Basah jelang Imsak?

Sebab, banyak yang menganggap jika dalam keadaan junub atau hadas besar harusnya mandi wajib lebih dahulu baru Sahur.

Sebab, ada yang menganggap Sahurnya dianggap tidak sah karena dalam keadaan junub.

Karena dalam keadaan junub atau hadas besar tidak melakukan ibadah apapun.

Terkait dengan hal ini, ada beberapa pendapat berdasarkan dalil sebagai berikut:

1. Boleh Sahur dan Tetap Melanjutkan Puasa

Pendapat yang menyatakan, jika dalam keadaan junub dan belum sempat Mandi Wajib tetap dibolehkan Sahur dan puasa tetap sah.

Hal ini berdasarkan Hadit Riwayat Bukhori Muslim, beradal dari Ummu Salamah dan Aisyah.

"Bahwasannya, Rasulullah dalam keadaan junub ketika masuk waktu fajar, kemudian belum mandi dan berpuasa." (HR Bukhari Muslim)

Berdasarkan hadist tersebut di atas disebutkan dalam Kitab Al Wajiz fi Fiqhis Sunnah wal Kitabil ‘Aziz karangan Syaikh Abdul ‘Azhim Al-Badawi, bahwa, jika sudah keburu Imsak dan belum sempat Mandi Wajib, maka dibolehkan melanjutkan Sahur.

Hal itu dilakukan Rasulullah, sebab pada malam harinya dia melakukan kewajibannya sebagai seorang suami, namun baru terbangun ketika masuk waktu Fajar atau menjelang berakhirnya waktu Imsak atau Sahur, Lalu Nabi Muhammad SAW tetap Sahur dan melajutkan untuk puasa.

Hukumnya boleh dan tidak batal, dalam artian puasanya tetap sah. Namun Ijma Ulama berpendapat, jika Rasulullah menyegerakan mandi Wajib setelah Sahur untuk melanjutkan ibadah sholat Subuh.

2. Jika Tidak Terdesak Dianjurkan Mandi Wajib Lebih Dahulu Baru Sahur

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved