News Video

Ramadan 1442 H, Masjid RAS Medan Membagikan 200 Porsi Bubur Kanji Khas Aceh

Pada bulan Ramadan 1442 H, Badan Kenaziran Masjid Raya Aceh Sepakat, hanya bagikan 200 porsi Bubur Kanji khas Aceh untuk berbuka puasa warga Medan.

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Pada bulan Ramadan 1442 H, Badan Kenaziran Masjid Raya Aceh Sepakat, hanya membagikan 200 porsi Bubur Kanji khas Aceh untuk menu berbuka puasa warga Medan.

Menurut Ketua Badan Kenaziran Masjid, Achmad Basri (70), mengatakan, ditiadakannya buka puasa bersama dengan digantikan pembagian Bubur Kanji dikarenakan negara sedang Pandemi Covid-19

Achmad Basri, juga meyampaikan selama pandemi, pihak Badan Kenaziran Masjid Raya Aceh Sepakat (MRAS) tetap mengikuti aturan pemerintahan terkait menjaga protokol masyarakat. Maka dari itu, pihak Masjid Raya Aceh Sepakat tidak menyajikan nasi kari untuk acara buka bersama.

Melainkan Bubur Kanji khas Aceh yang berasal dari daerah Pidie.

"Bahkan, bukan di tahun ini saja pihak Masjid Raya Aceh Sepakat tidak menggelar buka bersama. Awal pandemi di tahun lalu pihak masjid juga tidak menggelar buka bersama. Hanya saja, di tahun lalu, pihak BKM Masjid Raya Aceh Sepakat membagikan 50 bungkus bubur kanji yang merupakan bubur khas Aceh," ujarnya, di Masjid Raya Aces Sepakat, Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Rabu (14/4/2021).

Sambungya, di tahun lalu, Bubur Kanji hanya dibagikan kepada warga secara terbatas. Tetapi berbeda degan Ramadan 1442 H tahun ini, bubur yang dibagikan sekitar 200 bungkus untuk siapa saja yang menginginkannya.

"Jadi kita buat agak banyak sedikit, agar siapa yang minat bisa terbagi dan masyarakat dapat datang ke mari. Jadi, suda kita bungkus-bungkusi buburnya. Untuk tahun ini 200 porsi bubur kanji kita bagikan," tuturnya.

Ia juga mengatakan bila di hari pertama pembagian Bubur Kanji di bulan Ramadan 1442 H permintaannya meningkat. Maka, di hari kedua pembagian bubur pihak BKM Masjid Raya Aceh Sepakat akan menambahkan porsinya lagi.

"Kalau kita lihat kurang 200 porsi di hari pertama, maka nanti hari berikutnya kita akan tambah lagi," tuturnya.

Kemudian, ia juga mengatakan bahwassanya Masjid Raya Aceh Sepakat membagikan Bubur Kanji khas Aceh dari hari puasa kedua, Rabu (14/4) hingga hari puasa ke 28 Ramadan. Ia juga menegaskan bahwa bagi warga yang berminat untuk mengambil Bubur Kanji khas Aceh ke Masjid Raya Aceh Sepakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Baik itu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Karena, ia juga tak mau dalam pembagian bubur ini terjadi kerumunan dan menjadi sebuah peluang klaster baru penyebaran Covid-19. "Kita harus mengaskan, bagi warga yang mau ambil bubur silahkan diambil tetapi harus memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan," ujarnya.

Sementara itu, Ibu Ayi (53) sebagai juru masak Bubur Kanji khas Aceh yang sudah lima kali Ramadan di Masjid Raya Aceh Sepakat Medan. Ia mengtakan bahwasanya Bubur Kanji ini berasal dari Pidie Aceh yang terbuat dari rempah-rempah khas Aceh.

"Kalau bahan rempah rempahnya itu rempah bumbu khas Aceh yang audah dihaluskan. Sementara kalau bahannya tersiri dari beras, daun pandan, daun serai, ayam, dan ada bumbu-bumbu yang dihaluskan," ujarnya.

"Kalau yang mebedakan Bubur Kanji dengan bubur di Masjid Raya Medan, kalau Bubur Kanji pakai ayam dan terasa karihnya. Sementara bubur di Masjid Raya kan tidak pakai ayam," tambahnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved