News Video
Indahnya Bulan Ramadhan, Anak-anak Sekitar Masjid Raya Al-Hidayah Rutin Tadarus Hingga Dini Hari
Kegiatan tadarus ini setiap harinya selalu diramaikan oleh anak-anak yang kira-kira berusia kisaran 10-13 tahun.
Indahnya Bulan Ramadhan, Anak-anak Sekitar Masjid Raya Al-Hidayah Rutin Tadarus Hingga Dini Hari
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN – Masjid Raya Al-Hidayah yang berada di Jalan Letda Sujono, Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara mempunyai kebiasaan tadarus saat Ramadan.
Kegiatan tadarus ini setiap harinya selalu diramaikan oleh anak-anak yang kira-kira berusia kisaran 10-13 tahun.
Meraka yang menghadiri kegiatan tadarus ini bukanlah karena diminta oleh pengurus BKM, melainkan hadir secara sukarela.
Bukan sekedar membaca Al-Qur’an secara bergilir, anak-anak ini juga memperoleh bimbingan dari seorang guru mengaji yang difasilitasi oleh BKM untuk membimbing mereka agar fasih membaca Al-Qur’an.
“Mereka ini disamping datang kemari tadarusan, lantas kita bina daripada anak-anak ini ribut, jalan kesana-sini, main-main mercun, kalau sudah masuk ke Masjid ini, tidak kita kasih keluar lagi. Mereka sampai selesai tadarusan baru sama-sama pulang, harus langsung pulang kerumah supaya anak-anak ini tidak berkeliaran,” Ujar Muhammad Makrum Siregar, Ketua BKM Masjid Raya Al-Hidayah.
Kegiatan tadarus ini dimulai sekitar pukul 23.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB.
“Karena sudah kebiasaan kita adakan selama malam Ramadan, orang tua mereka mengizinkan. Karena mereka ini dibina, dididik dan diajari untuk pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, jadi orang tuanya pun melihat kemari memang anak-anaknya terjaga maka mereka izinkan,” ujarnya.
Anak-anak yang mengikuti tadarusan ini berkisar 40 an orang setiap malamnya. Dari keseluruhan yang mengikuti tadarus, diberlakukan cara aplusan agar bisa terkontrol oleh guru mengajinya.
“Mereka ini aplusan, yang udah siap bisa menunggu diluar (masih dalam kawasan masjid) sambil menunggu gilirannya. Karena kalau sekaligus semua tidak tersimak sama gurunya,” tuturnya.
Sekitar pukul 00.30-01.00 WIB diadakan jeda. Disaat itu pihak BKM menyediakan berbagai makanan dan minuman hangat, seperti teh, teh susu dan terkadang susu untuk disantab bersama.
Makanan yang tersedia merupakan pemberian dari masyarakat sekitar masjid, ada yang sudah diantar sejak sore dan ada pula yang diantar saat malam ketika hendak dimulainya tadarus.
Masjid Raya Al-Hidayah ini juga memperoleh satu kali pemberian dari Pemko Medan berupa 30 kg Gula Pasir, 30 kaleng susu kental manis dan bubuk teh.
Pihak BKM juga memperhatikan kehadiran anak-anak yang mengikuti tadarus.
“Setelah nanti khataman, bagi yang rajin ataupun tidak pernah absen kita kasih berupa bingkisan seperti kain sarung, kemudian nanti kita kasih lagi untuk semangat mereka berupa amplop berisi uang. Bervariasi, mana yang bagus bacaannya, mana yang rajin orangnya disesuaikan,” tuturnya.