News Video
Masjid Raya Binjai Rutin Bagikan Bubur Sup Daging untuk Makanan Berbuka Puasa
Selama menyambut bulan Ramadan, Masjid Raya Kota Binjai di Jalan KH Wahid Hasyim rutin bagikan bubur sop kepada masyarakat.
Penulis: Satia |
TRIBUN MEDAN.COM, BINJAI - Selama menyambut bulan Ramadan, Masjid Raya Kota Binjai di Jalan KH Wahid Hasyim rutin bagikan bubur sup kepada masyarakat.
Kegiatan yang dilakukan pengurus Masjid peninggalan Kesultanan Langkat ini, sudah rutin dilakukan setiap tahun untuk menyajikan menu berbuka puasa.
Dodi, pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) mengatakan, hidangan bubur sop ini dibagikan untuk menjadi makanan berbuka puasa, kepada masyarakat.
"Hidangan yang disajikan kepada masyarakat binjai selama bulan Ramadan, bubur sop. Yang terbuat dari daging lembu dan kaldunya" kata dia, saat ditemui Tribun-medan.com, sedang membagikan makanan.
Menurutnya, bubur sop ini, sudah menjadi makanan khas dari Masjid tertua di Kota Binjai. Lantaran, setiap tahun, BKM selalu membagikan bubur sop kepada masyarakat.
"Setiap ini kita hidangkan, dan menjadi makanan khas di Masjid ini," ucapnya.
Sembari bercerita dengan Dodi, Tribun Medan melihat masyarakat antusias menyambut datangnya bulan puasa, dengan silih berganti masuk ke pelataran Masjid Raya Binjai, untuk mengambil semangkuk bubur sop.
Dalam sehari, katandia, ratusan mangkuk bubur sop dibagikan kepada masyarakat, jelang berbuka.
"Ratusan porsi kita berikan kepada masyarakat. Kita berikan kepada masyarakat untuk berbuka," jelasnya.
Dodi mengatakan, apabila waktu berbuka puasa belum tiba, dan bubur sop sudah habis, pihaknya akan memasaknya lagi.
"Dan akan ditambah lagi, bila porsi yang dibagikan kepada masyarakat berkurang," katanya.
Masjid Raya Binjai ini pertama kali dibangun oleh Sultan Langkat Tuangku Sultan Haji Musa Al Khalid Al- Mahadiah Muazzam Shah ( Tengku Ngah ) Bin Raja Ahmad yang menjabat priode 1840 - 1893.
Peletakan Batu pertamanya dilakukan pada tahun 1887. Pada masa, Tuanku Sultan Haji Musa Pembangunan Masjid ini belum rampung. dan setelah mangkatnya Tuanku Sultan Haji Musa, Kesultanan diperintah oleh putranya Tuanku Sultan Abdul Aziz Abdul Jalil Rahmat shah (1893 - 1927).
Dan Masjid ini pun selesai serta diresmikan oleh Tuanku Sultan Abdul Aziz lebih kurang tahun 1894. Pada tahun 1924 renovasi dilakukan untuk merubah kubah yang ada di masjid.
Dan sampai sekarang ini kubah tersebut tidak dilakukan renovasi lagi. dan pada tahu 1990-an renovasi dilakukan terhadap lantai tras masjid begitu pula dengan pembangunan menaranya.