News Video

Angin Kencang di Laguboti Akibatnya Rimbunan Pohon Bambu Tercabut dan Menimpa Rumah Warga

Rimbunan pohon bambu yang berada dekat rumah keluarganya menjadi korban angin puting beliung. Pohon bambu tercabut dan tumbang hingga menimpa rumah

Penulis: Maurits Pardosi |

Angin Kencang di Laguboti Akibatnya Rimbunan Pohon Bambu Tercabut dan Menimpa Rumah Warga

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Sebuah rumah di Desa Sitoluama, Kecamatan Laguboti terlihat ditimpa rimbunan bambu yang tercabut oleh angin kencang.

Dari penuturan warga, angin kencang dimulai dengan guyuran hujan deras yang disertai petir. Selain itu, warga juga menyampaikan bahwa badai angin kencang bersama hujan es tersebut terjadi pada Senin (19/4/2021) sekitar pukul 16.00 WIB.

Bagi warga, ini adalah kejadian angin puting beliung yang paling besar. Memang, angin kencang sudah mereka alami sebanyak empat kali dalam satu bulan ini, namun ini kejadian yang paling membahayakan masyarakat sekitar.

Satu lokasi yang disambangi Tribunmedan.id adalah Desa Sitolu Ama, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba. Di lokasi tersebut, terlihat rimbunan bambu ikut tercabut dan menimpa rumah warga yang berada di dekat bambu tersebut.

Terlihat pemilik rumah sedang memotong bambu yang sudah berada di atas atap rumahnya dan mengumpulkan potongan bambu itu di depan rumahnya. Bukan hanya itu ada 47 rumah yang alami kerusakan akibat angin puting beliung bercapur dengan hujan es.

Hal sama juga disampaikan oleh seorang warga Desa Sitoluama Alex Pangaribuan (27). Sebagai orang muda turut merasa trauma melihat kondisi rumah akibat angin puting beliung bercampur hujan es yang menerpa kawasan Laguboti.

Rimbunan pohon bambu yang berada dekat rumah keluarganya menjadi korban angin puting beliung. Pohon bambu tercabut dan tumbang hingga menimpa rumah keluarganya tersebut.

“Tepat di samping kita ini, terlihat jelas bahwa bambu itu tercabut dan pohon bambu itu kena ke rumah. Di samping ini, ada juga warung, ambruk lah karena ditimpa bambu itu,” lanjutnya.

“Pokoknya angin itu kencang sekali, bahkan sampai bambu juga ikut tercabut. Dahsyatlah angin itu. Sampai sekarang kita masih bantulah keluarga untuk bereskan itu. Memang di sini masih keluarga semua,” sambungnya.

Desa Gasaribu berdekatan dengan Desa Sitolu Ama dan masih dalam satu kecamatan. Di Desa Gasaribu, ada 19 rumah yang rusak; 9 rumah dalam keadaan rusak berat dan 10 rumah rusak ringan. Sementara Desa Sitoluama ada 14 rumah yang rusak; 10 rumah rusak berat dan 4 rumah rusak ringan.

Selain dua Desa tersebut ada tiga desa lainnya yang mengalami angin puting beliung yang mengakibatkan kerusakan rumah. Desa Simatibung ada 3 rumah yang rusak; 1 rusak berat dan 2 rusak ringan. Di dmDesa Sintong Marnipi terdapat 1 rumah rusak ringan, dan di Desa Pardomuan Nauli ada 10 rumah yang rusak; 5 rusak parah dan 5 rusak ringan.

Dari amatan Tribunmedan.id, sejumlah keluarga yang terdampak angin kencang tersebut disambangi oleh keluarga yang lain sambil memberikan penghiburan agar tabah dalam hidup.

Pihaknya juga berharap agar pemerintah langsung terjun dan membantu masyarakat yang terdampak angin puting beliung tersebut.

"Kami berharap pemerintah pun membantu kita khususnya keluarga yang terkena bencana ini," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved