Breaking News:

Bantu Kompol Raja Hotma Ambarita Bakar Mobil Orang Lain, Dedi Dituntut 4 Tahun Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Novrika menilai Dedi terbukti bersalah melanggar pasal 187  ke-1 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1  KUH Pidana.

TRIBUN MEDAN/GITA
Sidang terdakwa Dedi Setiawan alias Dedi di cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (20/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com - Bantu oknum perwira polisi Kompol Raja Hotma Ambarita  bakar mobil orang dengan  bom molotov, Dedi Setiawan alias Dedi kini dituntut pidana penjara selama 4 tahun dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (20/4/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Novrika menilai Dedi terbukti bersalah melanggar pasal 187  ke-1 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1  KUH Pidana.

"Meminta supaya majelis hakim menjatuhkan terdakwa Dedi Setiawan alias Dedi dengan pidana penjara selama 4 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," tuntut jaksa.

Jaksa Novrika menuturkan adapun yang memberatkan karena terdakwa tidak mengakui perbuatannya, dan mencabut penyataannya dalam Berita Acara Penyidikan (BAP).

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim yang diketuai Mery Dona menunda persidangan pekan depan dengan agenda pledoi (pembelaan).

Sementara itu, dalam dakwaan Jaksa menuturkan perkara yang melibatkan Kompol Raja Hotma Ambarita ini, bermula pada Senin tanggal 27 Januari 2020 lalu sekira pukul 03.00 WIB, saat terdakwa Dedi Setiawan bersama Kompol Raja Hotma pulang dari hotel Amaliun.

"Dipertengahan jalan tepatnya, di Jalan Bunga Raya, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Raja Hotma dan Dedi berhenti, lalu Raja Hotma mengatakan "Kau tau mobil putih itu, itu mobil saya" dan Dedi melihat bahwa 1 unit mobil merk Avanza warna putih, sedang terparkir di halaman terbuka di dalam pagar rumah," urai JPU.

Selanjutnya kata JPU, Raja Hotma memberikan 2 buah botol yang berisi minyak pertalite dan 2 potong kain yang telah terlilit pada masing masing botol tersebut sembari mengatakan kepada terdakwa “Kau Bakar Ban Mobil Itu”.

Atas suruhan Raja Hotma aja tersebut, Dedi pun keluar dari mobil Ford everest dengan membawa 2 botol berisi minyak pertalite yang telah terlilit kain pada masing-masing botol.

Kemudian, Dedi menghidupkan mancis dan membakar potongan kain yang terlilit pada kedua botol yang berisi minyak pertalite tersebut, lalu terdakwa melemparkannya ke arah ban belakang mobil Avanza warna putih tersebut.

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved