Breaking News:

Asuransi Unit Link Anjlok, 3 Juta Peserta Tutup Polis Akibat Pandemi

Kontribusi lini usaha unit link dari sisi penerimaan premi cukup besar, mencapai hampir 50 persen di seluruh industri asuransi.

internet
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, jumlah produk asuransi yang dikaitkan investasi (PAYDI) atau unit link anjlok menjadi hanya sisa 4 juta pemegang polis di akhir 2020.

Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah mengatakan, jumlah tertanggung PAYDI di 2020 tersebut menurun drastis 3 juta peserta dari rata-rata 7 juta pemegang polis tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau di 2020 turun drastis ada kaitannya dengan kondisi Covid-19. Banyak yang tidak lanjutkan program ini, banyak putus di tengah jalan atau sudah jatuh tempo," ujarnya dalam Media Briefing dengan tema “Produk Asuransi Unit Link dan Pengawasannya oleh OJK” secara virtual, Rabu (21/4/2021).

Jumlah pemegang polis yang anjlok tersisa 4 juta ini juga karena tidak adanya banyak peserta baru akibat ramai berita kerugian produk unit link di media sosial (medsos).

"Sebenarnya jumlah (kasus) ini tidak signifikan, ramainya di media, di medsos. Ketika kita panggil perusahaan asuransi, kita klarifikasi, semua aduan di medsos tidak benar, yang lain cuma meramaikan," kata Ahmad.

Sementara itu, dia menambahkan, kontribusi lini usaha unit link dari sisi penerimaan premi cukup besar, mencapai hampir 50 persen di seluruh industri asuransi.

"Dalam perolehan cukup besar kontribusi ke total penerimaan premi, di 2018 sampai 2020 ada Rp 100 triliun untuk premi PAYDI. Ini setengahnya dibandingkan total premi nasional Rp 200 triliun, hampir separuhnya untuk premi PAYDI," pungkasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Anjlok, 3 Juta Peserta Tidak Lanjutkan Asuransi Unit Link Akibat Pandemi

Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved