Kapal Selam KRI Nanggala-402 Hilang Kontak di Laut Bali, RI Minta Bantuan Australia dan Singapura
Kapal selam buatan Jerman tahun 1978/1979 itu diperkirakan hilang di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer dari utara Pulau Bali.
KRI Nanggala-402 telah dilengkapi sonar teknologi terkini dengan persenjataan mutakhir di antaranya torpedo dan persenjataan lain.
TRIBUN-MEDAN.COM - TNI Angkatan Laut sedang mencari kapal selam dengan kru 53 orang yang hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) pagi, sekitar pukul 03.00 waktu setempat.
Kini Indonesia sedang meminta bantuan Australia dan Singapura.
Namun, menurut laporan juru bicara TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Julius Widjojono, Departemen Pertahanan Australia dan Singapura tidak segera menanggapi permintaan RI tersebut.
Demikian penjelasan sementara dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan kepada Reuters pada Rabu (21/4/2021).
KRI Nanggala-402, merupakan kapal selam buatan Jerman.
Saat itu sedang melakukan latihan peluncuran torpedo di perairan Utara Pulau Bali.
Tapi dilaporkan, gagal menyampaikan hasil seperti yang diharapkan.
Kapal selam buatan Jerman tahun 1978/1979 itu diperkirakan hilang di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer dari utara Pulau Bali.
Insiden hilangnya KRI Nanggala-402 itu pun dibenarkan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
Ia mengatakan, kapal itu dikabarkan hilang sekitar pukul 03.00 waktu setempat.
"Baru izin menyelam, setelah diberi clearance, langsung hilang kontak," kata Hadi.
Seperti apa spesifikasi dari kapal selam milik Indonesia yang resmi menjadi bagian dari alat utama sistem pertahanan (alutsista) pada 1981 ini?

Berikut rinciannya:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kapal-selam-indonesia-tenggelam-dan-hilang-kontak-di-perairan-bali.jpg)