Breaking News:

Terpuruk Akibat Pandemi, 50 Persen UMKM di Sumut Terjerat Utang ke Rentenir

Pandemi Covid-19 berdampak langsung pada pelaku usaha di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan. Keadaan ini membuat pengusaha terjerat oleh rentenir

TRIBUN MEDAN/TRULY OKTO PURBA
PETUGAS Bank Sumut saat melakukan kunjungan ke pelaku usaha mikro di Pusat Pasar Medan, Kamis (15/4/2021). Pelaku usaha mikro banyak menagkses Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro. (TRIBUN MEDAN/TRULY OKTO PURBA) 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Sekitar 50 persen pelaku UMKM di Sumatera Utara terpaksa mengakses modal usaha ke rentenir.

Ketidakmampuan memenuhi persyaratan dari perbankan, membuat mereka menjadikan rentenir sebagai pilihan terakhir.

Padahal mereka saat ini sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

***

Gres Silalahi (41) terburu-buru memasukkan ratusan potong pakaian bekas ke dalam tiga goni ukuran sedang berwarna putih di kios jualannya di Pasar Melati, Tanjung Selamat, Medan. Tak sampai 10 menit, goni-goni tersebut dipindahkan ke atas becak bermotor yang terparkir di depan kios. Pria paruh baya berkulit hitam yang menjadi sopir becak kemudian mengantarkan goni tersebut menuju sebuah tempat yang sudah diberitahu Gres.

Sore itu (20/3/2021), cuaca memang kurang bersahabat. Langit sudah gelap dan hujan sepertinya akan turun. Gelapnya langit berbanding lurus dengan perkiraan Gres tentang nasib dagangan pakaian bekas miliknya di masa pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai. Gelap!

“Ini hari terakhir saya berjualan di kios. Tak ada pembeli, sepi. Mulai besok, saya dagang lewat medsos saja,” kata Gres.

Gres bercerita, sepinya pembeli karena masih suasana pandemi Covid-19 membuat dirinya harus mengambil keputusan untuk tidak menyewa kios sementara waktu dan memilih berdagang lewat media sosial. Penjualan yang minim tidak dapat menutupi biaya sewa kios dan mencicil pinjaman ke rentenir.

Ya, sebulan terakhir, Wati meminjam Rp3 juta sebagai tambahan modal membeli satu bal pakaian bekas dari langganannya di kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Ini kali ketiga Gres meminjam dana dari rentenir. Dua peminjaman sebelumnya, Gres pernah meminjam Rp5 juta dan Rp3,5 juta. Pinjaman Rp5 juta itu saat sebelum Covid-19 mewabah pada 2019 lalu, dan pinjaman Rp3,5 juta dipinjamnya pada akhir 2020.

“Waktu minjam akhir tahun 2020, saya sebenarnya nekat, karena masih Covid kan, dan pembeli masih sepi. Tapi aku beranikan saja karena saat Covid sedang ramai-ramainya di pertengahan 2020, saya sempat berhenti dagang empat bulan. Biar tak terlalu lama vakum, saya jualan di akhir 2020. Syukurlah ada yang laku meskipun lamban. Utang ke rentenir bisa dibayar,” terang Gres.

Halaman
1234
Penulis: Truly Okto Hasudungan Purba
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved