Breaking News:

Polemik Kesawan City Walk

DPRD Sebut Kebijakan Pemko Medan Aneh, Ramadhan Fair Ditutup Tapi Kesawan City Dibiarkan Beroperasi

DPRD Kota Medan menyoroti masalah kesimpangsiuran kebijakan Pemko Medan dalam hal mengantisipasi peningkatan Covid-19

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Array A Argus
Rechtin / Tribun Medan
Suasana Kesawan City Walk di malam hari, Sabtu (17/4/2021). 

"Kenapa Komisi III tidak dilibatkan dalam hal ini. Padahal mereka rekan kerja OPD terkait," ungkapnya.

Baca juga: Wali Kota Bobby Nasution Dipanggil Gubernur Edy untuk Evaluasi Kerumunan di Kesawan City Walk

Ia juga mengatakan, Bobby masih perlu banyak belajar mengenai cara menghargai wartawan.

"Proses belajar seumur hidup, misalnya bagaimana belajar menghargai wartawan. Bagaimana caranya, dengan membiarkan mereka menjalankan tugasnya, dengan memahami UU pers, itu proses belajar,"

"Karena tidak ada proses belajar itu maka terjadi insiden pengusiran, akhirnya kawan-kawan mengajari saudara wali kota untuk bagaimana menghormati UU pers," katanya.

Menurut Rudiyanto, di usia Bobby Nasution yang masih sangat muda, maka belajar harus secara komperhensif tidak boleh setengah-setengah agar tidak menghasilkan keputusan yang blunder.

Baca juga: SAMPAH MENUMPUK di Kesawan City Walk, Pedagang Kain: Kalau Saya Tahu Orangnya Saya Pukul Kepalanya

"Kalau proses belajar baik, di usia muda bisa belajar banyak, proses belajar jangan menimbulkan blunder, bagaimana meningkatkan ekonomi, tapi ada aspek lain, kemarin wali kota ada keluarkan surat edaran tentang tidak boleh kumpul-kumpul, bagi UMKM tutup jam sekian. Karena kurang konsisten, maka terjadi pengumpulan warga di pembukaan, di malam minggu tutup sampai dinihari, kami pikir wali kota bagus terus belajar, tapi belajar yang komperhensif," pungkasnya.(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved