Breaking News:

Pujakesuma Dukung Adanya Perdamaian dalam Kasus Pembubaran Acara Jaran Kepang

Terkait perdamaian, Tokoh Agama Ustad Tengku Zulkarnaen juga membenarkan adanya proses perdamaian di dua belah pihak.

TRIBUN MEDAN / HO
Cuplikan layar video pertikaian usai pembubaran pertunjukan Jaran Kepang atau Kuda Kepang di Kawasan Medan Sunggal Kota Medan akhirnya masuk ranah kepolisian. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus pembubaran jaran kepang yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu di Kecamatan Medan Sunggal, menempuh jalur perdamaian di antara kedua belah pihak.

Ketua Pujakesuma Sumut, Eko Supianto yang dikonfirmasi Tribun Medan melalui seluler mengatakan, bahwa pihaknya mendukung adanya perdamaian. 

Ia juga menjelaskan bahwa bentuk perdamaian ini merupakan ciri-ciri masyarakat Indonesia yang cinta damai.

"Di mana sudah saling memaafkan, yang salah meminta maaf dan yang benar mau memaafkan. Inilah ciri khas masyarakat Indonesia. Saling memaafkan, menjaga silaturahmi," ujarnya pada Kamis (22/4/2021) malam.

Ia juga mengaku bahwa Pujakesuma mendukung adanya niat baik (perdamaian) dari kedua belah pihak.

"Harapannya, semoga ke depannya kejadian seperti ini tidak terulang, dan kita harus bisa menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat," sebutnya.

Terkait perdamaian, Tokoh Agama Ustad Tengku Zulkarnaen juga membenarkan adanya proses perdamaian di dua belah pihak.

"Sebenarnya kebetulan, puasa ini di Medan sampai hari raya. Permasalahan jaran kepang itu, kebetulan tetangga kami juga 1 Kilo, 1,5 kilo dari rumah kami. Mereka itu datang, bagaimana bisa diadakan perdamaian. Jadi kedua belah pihak sudah jumpa, maka kami datang kesini berupaya untuk menghadap Kapoltabes supaya masalah ini diselesaikan dengan cara kekeluargaan," katanya.

Tidak hanya itu, pada proses perdamaian ini, lanjutnya, juga dihadiri oleh keluarga dan semuanya hadir.

"Mudah-mudahan bulan puasa ini membawa kabar baiklah bagi kita semua. Kebetulan, dekat-dekat juga, Sama-sama di satu kecamatan beda kelurahan aja," bebernya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved