Dinas Pekerjaan Umum Medan Janji Segera Perbaiki Lubang Maut di Jalan Sutomo
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan, Zulfansyah Ali Syahputra mengatakan lubang tersebut merupakan lubang manhole milik PDAM Tirtanadi.
TRIBUN-MEDAN.COM - Lubang selebar satu meter menganga di Jalan Sutomo, Kelurahan Pusat Pasar, Kecamatan Medan Kota dan menjadi ancaman bagi warga yang melintas.
Pasalnya, lubang ini kerap membahayakan terlebih saat hujan dan banjir menggenangi ruas Jalan Sutomo.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan, Zulfansyah Ali Syahputra mengatakan lubang tersebut merupakan lubang manhole milik PDAM Tirtanadi.
"Iya itu tutup manhole punya PDAM, bahan besi sering hilang akibat oknum yang tidak bertanggung jawab," katanya saat dikonfirmasi tribun-medan.com, Jumat (23/4/2021).
Zulfansyah mengatakan pihaknya akan segera menutup lubang tersebut dengan beton. Hal ini untuk menghindari hilangnya besi yang digunakan untuk menutup lubang.
"Nanti coba kita tutup pake beton saja, supaya tidak hilang lagi," tambahnya.
Sebelumnya, pemandangan serupa juga terjadi di ruas Jalan Sutomo ini. Lubang yang sudah ditutup berkali-kali kembali terbuka.
Beberapa waktu lalu, warga menancapkan batang pohon yang lumayan besar ke dalam lubang untuk mencegah pengendara terjatuh ke dalam lubang.
Terakhir, amatan tribun-medan.com di lokasi, warga menggunakan meja dan ban bekas untuk menutupi lubang.
Seorang warga sekitar, Purba Godang (48) mengaku sudah 30 tahun membuka tempel ban disekitar lokasi sejak masih ikut orang tuanya.
Purba mengatakan sudah banyak pengendara yang pernah terjatuh akibat lubang itu, bahkan ada yang pernah sampai terjatuh masuk ke dalam lobang beberapa kali.
"Pernah ada yang terjerembab masuk ke dalam lobang gara-gara pas banjir melintas disitu dia. Enggak tahu dia ada lubang, pas melintas di atas lubang langsung jatuh pemotor itu," kata Purba di lokasi lobang di Jalan Sutomo, Kamis (22/4/2021).
Purba menambahkan, banyak juga pengendara yang akhirnya jatuh gara-gara sok jago dan ugal-ugalan saat mengendarai sepeda motor.
"Ini baru saja dibikin meja di atas lubang sebagai penghalang agar pengendara tak melintas. Dulu sempat pakai kayu ditancapkan ke dalam biar orang tak terjatuh kena lobang, tapi malah ditabrak sama mobil," ujarnya.
Lebih lanjut, Purba menyebut pihak Dinas PU pernah beberapa kali menutup lubang yang meresahkan pengendara yang melintas itu. Tapi, entah mengapa lubang yang sudah ditutup menggunakan aspal lagi-lagi jebol.
"Terakhir dua bulan yang lalu lubang ini pernah ditutup sama Dinas PU, tapi ya gitu jebol lagi dia. Enggak tahu kenapa, kok sampai bisa gitu," katanya.
Purba berharap pemerintah segera merespon dan benar-benar menutup lubang dan tak asal tutup saja. Karena lubang ini sangat berbahaya. Apalagi kalau ada anak kecil yang jatuh masuk ke dalam.
"Kita berharap ini lubangnya ditutup lah. Karena berbahaya, bahaya kali pun. Takutnya kan anak-anak yang jatuh masuk kedalam. Misalnya ada pengendara sepeda motor bawa anak dan anaknya nyungsep jatuh masuk ke dalam lubang kan berbahaya sekali itu. Apalagi kalau pas posisi banjir orang yang jatuh ke dalam lubang itu bakal hilang," urainya.
Masih kata Purba, lubang misterius berdiameter satu meter tersebut, saat hujan selalu meluap-luap air dari dalam lubang seolah seperti mata air.
"Ini katanya dulu terowongan pas zaman belanda. Dekat sini ada juga lubang lainnya tempat mengontrol, tapi Dinas PU pas pengaspalan lubang pengontrolannya ditutup. Luas ini di bawah lubangnya, Kurasa satu truk pun bisa masuk ke bawah," jelasnya.
Warga lainnya, Margareth mengatakan meja tersebut ini sudah diletakkan di atas lubang sekitar hampir satu bulan lalu.
"Ya karena berlubang, kalau hujan deras ini tergenang jadi enggak kelihatan ada lubang bahaya sekali," ujarnya.
Dikatakannya, tak jarang beberapa kali pengendara terjatuh karena tak melihat lubang yang berada di tengah jalan.
"Sering orang jatuh di sini, ada yang luka ringan, ada yang beram saja. Ya tergantung di berkendara cepat atau lambat," ungkapnya.
Seorang pengendara, Anwar mengaku pernah satu kali melihat orang terjatuh pada malam hari di lokasi jalan.
"Pernah saya lihat orang jatuh di sini, bahaya kali memang," katanya.
Ia berharap jalan berlubang ini dapat segera diperbaiki.
"Banyak kali sudah jalan bermasalah di Medan ini. Mau sampai berapa lagi korban yang dimakan, tapi terus dibiarkan. Kalau bisa pemerintah lebih memperhatikan pemeliharaan jalan ini, kan ada dana nya untuk itu," pungkasnya.
(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/warga-saat-melintas-di-depan-lubang-jalan-sutomo.jpg)