Tak Hanya Perlakukan Pacarnya Layaknya Anjing, Maniur Sihotang Juga Siksa Anak Rina Simanungkalit
Ia menyebutkan bahwa anaknya tersebut dijadikan tersangka Maniur untuk membuat ibunya tetap bersamanya.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ternyata pelaku Maniur Poltak Sihotang juga kerap menganiaya sang anak Rina Simanungkalit yang masih berumur 8 tahun di rumahnya di Jalan Tangguk Bongkar/Elang Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Medan Area.
Pengakuan orang tua korban Rina Simanungkalit, Sihar Simanungkalit mengatakan kejadian tersebut baru terjadi pada Bulan Februari lalu dimanya cucu laki-lakinya tersebut dilempar dari lantai tingkat satu.
"Cucu saya juga baru-baru ini dilempar dari tingkat atas. Sampai cucu saya itu badannya biru-biru semuanya, orang dibuang dari tingkat satu kejadiannya dua bulan lalu," tuturnya saat ditemui di depan rumah Kepala Lingkungan II, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Medan Area, Jumat (23/4/2021).
Ia menyebutkan bahwa anaknya tersebut dijadikan tersangka Maniur untuk membuat ibunya tetap bersamanya. "Supaya mamaknya dapat ya anaknya diculik, cemana lah anak kecil disiksa, sudah 2 bulan digituin gimana lah," tutur Sihar.
Sihar menyebutkan bahwa kasus ini sebenarnya sudah ditangani oleh Komnas HAM, namun anaknya Rina harus berdamai karena diancam anaknya akan dibunuh.
"Sudah diurus suratnya di komnas HAM tapi belum di proses sampai sekarang. Katanya berdamai, diancam anak saya. Pengaduan anaknya dicabut sampai sekarang mamanya di sekap," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya sudah meminta kepada anaknya supaya tidak lagi berdamai kepada pelaku.
"Mana mau lagi sama, diancam terus. Dia minta supaya jangan berhubungan lagi karena saya tidak ada beking pak disiksa terus anakku," ungkap Sihar.
Ia menyebutkan bahwa dirinya sempat tak percaya bahwa anaknya yang dianiaya oleh pelaku.
"Jadi saya dipanggil dari rumah di Jalan Tangguk Bongkar VI sama anak-anak lajang disini jam tengah 4. Ada yang kenal sama anak saya itu. Anak bapak udah dirantai, saya sempat enggak percaya. Tapi saya datang kesini," tuturnya.
Ia menyebutkan bahwa anaknya mengalami kejadian yang sangat mengerikan hingga sekujur tubuhnya membiru dan kepalanya bocor hingga harus dijahit.
"Menurut pengakuan anakku, tiga hari enggak dikasih makan, ditunjangi semuanya biru-biru badannya, dirantai kakinya seperti anjimg. Kepalanya bocor dan dijahit, berdiripun dia enggak bisa. Mukanya biru hancur kena matanya, dipegang saja menangis dia," ungkapnya.
Sihar menerangkan bahwa si tersangka tinggal bersama 7 anaknya di rumah tersebut. Dan ia menyebutkan bahwa keluarga pelaku Maniur Sihotang adalah orang berada.
Bahkan ada polisi yang mengaku mengenal abang pelaku yang berpangkat AKBP di Lampung.
"Ada tujuh anaknya disitu semua tinggal, besar rumahnya. Orang beradalah, keluarganya pengacara, abangnya ada yang polisi. Jadi cerita di kantor polisi Medan Area tadi kenal aku sama abang mu kayak gitulah. Terus pelaku dibelikan ayam goreng," tuturnya.
Sihar dengan mata Berkaca-kaca meminta supaya hukum ditegakkan, dan meminta supaya tidak ada tebang pilih dalam penyelesaian kasus.
"Harapannya hukum ditegakkanlah, biar anak miskin tukang becak saya ini jangan dipilih kasih. Sementang family jendral. Nangis aku nengok kayak gitu anak perempuan, kasihan anak saya tapi tidak ada deking," tuturnya.
Kesaksian tetangga korban tempat penganiayaan ibu Rina Simanungkalit di Jalan Tangguk Bongkar/Elang Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Medan Area sering mendengar suara jeritan.
Suasana di rumah tempat dilakukannya penganiayaan tersebut di rumah milik pelaku Maniur Sihotang dengan cat berwarna kuning.
Terlihat pintu rumah tersebut terbuka dan tak ada aktivitas di dalam rumah tersebut. Hanya ada beberapa helai pakaian di jemuran tepat di depan rumah.

Hal ini disampaikan, tetangga korban, Edy yang hendak mengeluarkan becak dari rumahnya menyebutkan dirinya menahu kejadian yang terjadi subuh.
"Oh iya tadi malam yang kejadian, iya benar udah sering itu kekgitu," cetusnya pria berbaju hitam tersebut, Jumat (23/4/2021).
Ia menyebutkan bahwa dirinya sering mendengar pertengkaran dari kedua orang tersebut. "Oh sudah sering itu jerit-jerit nangis, enggak pagi, siang, malam suka hati si lakinya itu mukuli," bebernya.
Edy menyebutkan bahwa korban terpikat kepada pelaku Maniur Sihotang dikarenakan adalah orang kaya.
"Ya mungkin karena orang kaya, makanya mau perempuan itu. Ada rumah orangtuanya itu gedong besar di Mandala sana. Makanya mau si perempuannya itu enggak pergi-pergi," cetusnya.(
(vic/tribunmedan.com)