News Vidoe
PWNU Sumut Mengisi Aktivitas Saat Ramadan Dengan Berbagai Kegiatan Dakwah
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (PW NU Sumut), mendelegasikan beberapa da’i nya sebagai pemateri.
Laporan Wartawan Tribun-medan.com/ Dian Nur Utama Saragih
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (PW NU Sumut), mendelegasikan beberapa da’i nya sebagai pemateri selama satu bulan penuh Ramadan, untuk menyampaikan ceramah melalui siaran radio milik Pemrintah Kabupaten (Pembkab) Deliserdang.
Materi-materi yang akan disampaikan sudah disusun dalam rancangan program Ramadan PWNU Sumut.
Susunan materi ceramahnya pun telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Disesuaikan pula dengan tiap momen, saat awal hingga akhir Ramadan.
“Tentunya dalam setiap materi itu selalu disandingkan tentang amar ma’ruf nahi munkar,” imbuh Syawaluddin Nasution M Ag, Sekretaris Panitia Pelaksana Program Ramadan PW NU Sumut saat wawancara dengan Tribun-medan.com di Masjid Djamaluddin Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU), Jl. H. A. Manaf Lubis No. 2, Kel. Tj. Gusta, Kec. Medan Helvetia, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (24/4/2021) siang.
Total ustad yang mengisi kegiatan ceramah tersebut berkisar 27 orang, tema dalam materi yang akan disampaikan pun berganti setiap harinya.
Waktunya berlangsungnya ceramah di siaran radio milik Pemkab Deliserdang yaitu pukul 17.00-18.00 WIB.
Disamping itu, jika ada Pengurus Cabang (PC) NU atau masjid-masjid yang meminta untuk mengisi pengajian baik malam ataupun siang, maka diutus ustad atau da’i untuk memenuhi permintaan tersebut. Dengan syarat harus mematuhi protokol kesehatan dan tidak mengundang kerumunan massa.
Selain itu, PWNU Sumut juga menjalin kerjasama dengan instansi BUMN dan BUMD dalam dibidang dakwah, diantaranya PT KAI dan PDAM Tirtanadi.
Kegiatan dakwah biasanya dilaksanakan sebelum waktu bekerja, tepatnya sekitar pukul 08.00-09.00 WIB
Telah terjadwal akan ada sekitar enam ustad yang akan diutus mengisi acara di PT KAI sekitaran wilayah Medan selama Ramadan ini, dengan tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan.
“Mereka ingin ustad yang kami kirim kesana harus di rapid antigen dulu, ketika hasilnya negatif barulah bisa diutus, kalau hasil rapid test nya positif, maka ustad tersebut tidak akan diutus, digantikan dengan yang lain. Jadi kami tidak sembarang, karena keselamatan itu adalah hal yang utama untuk kita sebagai umat islam yang beragama,” ujar Syawaluddin.
Disamping itu, PW NU Sumut juga mempunyai kegiatan bernama tali asih, yaitu memberikan bantuan kepada fakir miskin dan kaum duafa.
Bantuan yang diberikan berbentuk bingkisan yang berisi sembako ditambah aneka sirup.
Target dari kegiatan tali asih ini direncanakan untuk masyarakat yang ada diberbagai kabupaten/ kota seluruh Sumatera Utara.