Ya Tuhan, Malu-maluin Aja Nih, Jalan Wilem Iskandar Mirip Lintasan Offroad Perkebunan Sawit
Jalan di depan kampus Universitas Negeri Medan kondisinya hancur lebur dan sangat memprihatinkan karena mirip dengan jalur oofroad
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-"Ya Tuhan, malu-maluin aja nih," begitulah celetuk sejumlah pengendara yang melintas di Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.
Kondisi jalan di depan kampus Universitas Negeri Medan (UNIMED) itu saat ini sangat memprihatinkan.
Terdapat kubangan air bercampur lumpur sepanjang 30 meter di ruas Jalan Willem Iskandar, sehingga mirip dengan lintasan offroad di perkebunan sawit.
Akibat jalan yang cukup jelek, membuat warga yang melintas sangat berhati-hati.
Baca juga: Pemko Medan Targetkan Jalan Rusak Beres Dalam Dua Tahun, Pengamat: Jangan Asal Jadi
Kendaraan seperti mobil maupun sepeda motor, lebih memilih berjalan di ruas jalan yang pas-pasan di sebelah kanan agar tidak masuk ke kubangan lumpur.
Akibatnya, saat melewati jalan tersebut sempat terjadi penumpukan di ruas jalan yang rusak.
Bahkan, seorang ibu dan anaknya yang akan pergi ibadah ke Gereja terpaksa harus maju lebih jauh saat menyetop angkutan umum.
Ia terlihat berjalan lebih jauh dari tempat menyetop dan memilih naik di area jalan yang tidak berlumpur.

Beberapa truk besar yang melintas, membuat percikan lumpur naik ke permukaan jalan.
Kondisi ini semakin diperparah saat terjadi hujan deras.
Di mana jalan menjadi banjir dan rata, sehingga membuat pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati agar tidak terjerembab masuk ke dalam lubang.
Kalau terus dibiarkan begini, tak menutup kemungkinan bakal ada korban yang terjatuh akibat lubang tersebut.
Baca juga: Duh, Jalan Rusak di Patumbak Makan Korban, Guru Ngaji Terluka Sampai tak Bisa Bicara
Seorang warga yang melintas bernama Indra mengaku sudah lama melihat Jalan Willem Iskandar ini berlubang.
"Mungkin karena jumlah kendaraan yang melintas sangat banyak, terlebih truk-truk besar sering melintas membuat jalan ini jadi rusak," kata Indra, Minggu (25/4/2021).
"Apalagi kalau hujan di sini selalu banjir, jadi air yang tergenang membuat aspal mudah lapuk dan terkelupas," tambahnya.