Breaking News:

TRIBUNWIKI

Masjid Ar-Rahman, Sudah Berdiri Kokoh sejak 1775, Miliki Bangunan yang Khas

Masjid ini terlihat indah dengan khas warna kuning dan hijau, sama khasnya dengan bangunan rumah adat masyarakat Melayu. 

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/DEDY
Masjid Ar-Rahman bangun rumah ibadah bersejarah sudah berusia ratusan tahun di Kabupaten Langkat, tepatnya di Desa Ujung Baka, Kecamatan Wampu, Selasa (27/4/2021).  

TRIBUN-MEDAN.com,STABAT- Adanya masjid-masjid berusia ratusan tahun jadi bukti jejak sejarah dan pusat penyebaran Agama Islam.

Satunya di antaranya, Masjid Ar-Rahman yang masih berdiri kokoh Bumi Betuah Kabupaten Langkat, tepatnya di Desa Ujung Baka, Kecamatan Wampu, Selasa (27/4/2021). 

Keunikanan masjid ini adalah dominasi bahan kayu sebagai bahan bangunan, mulai dari dinding-dindingnya, tiang-tiang penyanggah, mimbarnya. Masjid Ar-Rahman ternyata sudah berdiri sejak tahun 1775 atau sudah mencapai usia 245 tahun.

Meski demikian, rumah ibadah ini sama sekali tidak rusak termakan zaman dan rayap.

Baca juga: DETIK-detik Munarman Ditangkap Densus 88, Kombes Hengki: Terlibat Kasus Terorisme

Bahkan, suasananya ibadah di masjid ini begitu adem dan mengundang ketenangan bathin, tak kalah dengan masjid-masjid modern yang sudah dilengkapi dengan AC penyejuk ruangan. 

Masjid Ar-Rahman bangun rumah ibadah bersejarah sudah berusia ratusan tahun di Kabupaten Langkat, tepatnya di Desa Ujung Baka, Kecamatan Wampu, Selasa (27/4/2021). 
Masjid Ar-Rahman bangun rumah ibadah bersejarah sudah berusia ratusan tahun di Kabupaten Langkat, tepatnya di Desa Ujung Baka, Kecamatan Wampu, Selasa (27/4/2021).  (TRIBUN MEDAN/DEDY)

Baca juga: SAKSIKAN Jadwal Siaran Langsung Real Madrid Vs Chelsea Malam Ini, The Blues Sudah Miliki Jimat

Masjid ini terlihat indah dengan khas warna kuning dan hijau, sama khasnya dengan bangunan rumah adat masyarakat Melayu. 

Di dalam masjid terpajang ukiran bintang segi delapan dan tiang kayu serta lantai yang terbuat dari papan yang masih mempertahankan keasliannya. 

"Masjid jadi pusat agama Islam dan pendidikan. Masjid ini sudah pernah direnovasi pada 2017 lalu dengan mempertahankan bahan kayu dan ciri khas adat suku Melayu," kata pengurus Masjid Ar-Rahman, Adham. 

Dikisahkan Adham, cikal bakal masjid ini dibangun atas ikhtiar sejumlah ulama di Bumi Betuah yang menyebarkan Agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

Di masjid ini sejak zaman dahulu hingga sekarang telah menjadi tempat masyarakat menuntut ajaran Islam dan pendidikan. 

Baca juga: Si Anak Kampung Bertemu Menhan Prabowo, Sang Konglomerat Pernah Dibelanya saat Krisis Moneter 1998

"Syeikh Baka salah satu tokoh ulama yang ikut membangun Masjid Ar-Rahman, sama dengan nama lokasi masjid ini Desa Baka. 
Beliau membawa material kayu dari Penang Malaysia.

Zaman dahulu kala masih dibawa naik perahu selama berhari-hari dan bertahap," katanya. 

Di sekitar masjid, terlihat tanaman-tanaman dan taman yang serba hijau menyejukan mata memandang.

Di masjid ini telah banyak warga secara khusus memunajadkan doa dan beribadah rutin, seperti salat lima waktu dan ibadah lainnya.

(Dyk/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved