Breaking News:

Pasar Murah Pemko Medan Bikin Tekor Pedagang Telur, Kok Bisa? Ini Kata Pedagang

Pedagang telur mengalami penurunan pendapatan beberapa waktu terakhir. Pedagang mengaku kondisi ini akibat pasar murah

TRIBUN MEDAN/YUFIS NIANIS NDURU
Ferry, pemilik Indo Telur melayani pembeli di Jalan Brigjend Zein Hamid, Titi Kuning No 8 A-B, Medan, Selasa (27/4/2014). Sejak ada pasar murah, pedagang telur ini tekor.(TRIBUN MEDAN/YUFIS NIANIS NDURU) 

TRIBUN-MEDAN. com,MEDAN--Pemko Medan belum lama ini membuka pasar murahj di tiap kelurahan.

Di satu sisi, pasar murah ini untuk membantu masyarakat kurang mampu.

Di sisi lain, ternyata keberadaan pasar murah membawa dampak ekonomi bagi pedagang telur.

Seperti halnya yang dirasakan pengusaha Indo Telur di Jalan Brigjend Zein Hamid, Titi Kuning No 8 A-B, Medan.

Baca juga: Korupsi Pengadaan Ternak Ayam Petelur, Duo Siregar Divonis Berbeda

Indo Telur merupakan agen telur yang menjual secara grosir dan eceran aneka ragam telur mulai dari telur ayam eropa, ayam kampung, bebek, puyuh, dan lainnya dari pagi sampai sore. 

Ferry selaku pemilik mengungkapkan bahwa permintaan telur mulai menurun sejak adanya pasar murah yang diselenggarakan pemerintah.  

"Permintaan telur belakangan ini terus menurun sejak ada pasar murah, baik para agen dan toko biasa tentu merasakan hal ini,"

"Karena itu, akhir-akhir ini hanya sekitar 100-200 papan telur terjual," katanya, Selasa (27/4/2021).

Baca juga: Teh Susu Telur di Warung TST Pak Haji, Telah Ada Sejak Tahun 1988, Berkhasiat Menambah Stamina

Sebelum adanya pasar murah, permintaan bisa melebihi dari 200 papan setiap harinya.

Selain itu, bukan hanya permintaan masyarakat yang turun, tapi harga telur juga ikut turun sebesar Rp 50 perak.

"Harga telur juga rata-rata turun berhubung di pasar murah yang sudah disubsidi jauh lebih murah, seperti harga telur Rp 1.100 sekarang sudah Rp 1.050," tambahnya. 

Baca juga: GADIS Ini Masak Mie Instan dan Telur Pakai Taburan Emas 24 Karat, Pengunggah Ungkap Rasanya

Namun, ia tetap optimis dalam menyediakan telur untuk dipasarkan.

Hal ini terlihat dari ratusan papan telur yang memadati toko. 

Pantauan www.tribun-medan.com, harga telur bervariasi tergantung ukuran dan jenis, mulai dari harga Rp 1.000-2.200 per butirnya. 

Untuk daya beli masyarakat belum ada tanda-tanda melonjak, hal ini terpantau dari jumlah para pembeli hanya beberapa orang dengan membeli sekadarnya.(cr20/tribun-medan.com)

Penulis: Yufis Nianis Nduru
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved