News Video

Dini Hari, Gunung Sinabung Alami Tiga Kali Erupsi Luncuran Terjauh 1500 Meter

Berdasarkan catatan dari Pos PGA Sinabung, dari ketiga kali erupsi ini pertama kali terjadi sekira pukul 00.52 WIB. Dari erupsi pertama ini,

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: heryanto

Dini Hari, Gunung Sinabung Alami Tiga Kali Erupsi Luncuran Terjauh 1500 Meter

TRIBUN-MEDAN.com, SIMPANGEMPAT - Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, kembali mengalami peningkatan aktivitas yang cukup signifikan. Terbaru, gunung api tertinggi di Sumatera Utara ini kembali mengalami erupsi sejak Rabu (28/4/2021) dini hari.

Saat dikonfirmasi, Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Sinabung Sofyan Primulyana membenarkan peningkatan aktivitas vulkanik dari dalam perut Gunung Sinabung ini. Dirinya mengatakan, bahkan sejak malam hari tadi Sinabung telah mengalami tiga kali erupsi.

"Sejak malam tadi, Sinabung nengalami tiga kali erupsi. Dengan ketinggian kolom abu mulai dari 500 meter hingga 1500 meter," ujar Sofyan, saat ditemui di pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat.

Berdasarkan catatan dari Pos PGA Sinabung, dari ketiga kali erupsi ini pertama kali terjadi sekira pukul 00.52 WIB. Dari erupsi pertama ini, Sinabung tercatat mengeluarkan material berupa abu vulkanik setinggi kurang lebih 1500 meter dari puncak gunung.

Pada erupsi ini, kolom abu berwarna kelabu pekat ini terlihat condong mengarah ke arah selatan. Dari erupsi ini, pihaknya mencatat getaran yang ditimbulkan dari dalam perut Gunung Sinabung ini tercatat di alat pendeteksi getaran atau seismogram dengan amplitudo maksimum 31 mm, dengan durasi kurang lebih selama dua menit 11 detik.

"Pertama itu terjadi sekira pukul 00.52 WIB, dengan ketinggian kolom abu mencapai 1500 meter, dan condong mengarah ke arah selatan," katanya.

Kemudian, Sofyan menjelaskan untuk erupsi kedua pihaknya mencatat terjadi sekira pukul 00.55 WIB. Dirinya mengatakan, dari erupsi ini Sinabung mengeluarkan material berupa abu vulkanik setinggi kurang lebih 1500 meter dari puncak gunung.

Dirinya menjelaskan, kolom abu berwarna kelabu pekat ini terlihat condong mengarah ke arah selatan. Pada erupsi ini, getaran yang ditimbulkan dari dalam perut Gunung Sinabung ini tercatat di alat pendeteksi getaran atau seismogram dengan amplitudo maksimum 14 mm, dengan durasi kurang lebih selama tiga menit 20 detik.

Selanjutnya, untuk erupsi ketika tercatat terjadi sekira pukul 05.18 WIB. Kali ini, material berupa abu vulkanik yang keluar dari dalam perut Gunung Sinabung ini tercatat setinggi 500 meter.

Lebih lanjut, Sofyan menjelaskan sampai saat ini aktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih terus mengalami perubahan atau fluktuatif. Dirinya mengatakan, aktivitas juga masih didominasi dengan berbagai macam kegempaan.

"Jadi aktivitas Sinabung hari ini, masih didominasi oleh gempa-gempa guguran, kemudian gempa-gempa dalam, dan masih terus fluktuatif," katanya.

Dengan kondisi aktivitas Sinabung yang masih terus dapat berpotensi untuk erupsi dan awan panas guguran ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak memasuki zona merah yang telah ditentukan. Diketahui, sampai saat ini Sinabung masih berada di level tiga atau siaga.

"Kami merekomendasikan kepada masa untuk tidak memasuki zona merah yang telah ditentukan. Di area radius tiga kilometer dari puncak gunung, dan sektor Utara empat kilometer, dan sektor Selatan lima kilometer," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved