Breaking News:

Jadi Program Prioritas Bobby, Begini Perkembangan TPA dengan Sistem Sanitary Landfill di Medan?

Saat itu Bobby mengatakan dirinya optimistis, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kota Medan berubah sistem menjadi Sanitary Landfill dapat terealisasi.

TRIBUN MEDAN/LISKA RAHAYU
Kondisi TPA Terjun dengan tumpukan sampah yang sudah menggunung, Kamis (21/2/2019). Setiap hari sampah dari seluruh kecamatan Kota Medan dibawa ke TPA Terjun. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam pidato perdananya pada saat dilantik 26 Februari 2021 lalu menyebutkan beberapa program prioritas. Satu di antaranya adalah pengelolaan sampah.

Saat itu Bobby mengatakan dirinya optimistis, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kota Medan berubah sistem menjadi Sanitary Landfill dapat terealisasi.

"Untuk bekerjasama menyelesaikan permasalahan sampah di Kota Medan. Itu kunci utamanya di TPA, kita hari ini untuk kota metropolitan, untuk kota yang maju dan mensejahterakan. Kita jangan berpikir kita bisa menyelesaikan nya sendiri. TPA kita yakin bisa jadi Sanitary Landfill dengan semangat kolaborasi. Dengan mempertimbangkan jumlah tonase di Medan, Binjai, Deliserdang, saya yakin ini bisa dijadikan energi terbarukan. Hal ini yang bisa saya harapkan di mana kolaborasi harus diperhatikan," ujar Bobby dalam pidato perdananya di gedung DPRD Medan, Jumat (26/2/2021).

Kepada tribun-medan.com, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, Muhammad Husni mengatakan TPA dengan sistem Sanitary Landfill di Kota Medan tidak mungkin bisa dilakukan.

"Kita menyadari Kota Medan dengan luas segini untuk membangun TPA dengan sistem Sanitary Landfill tidak akan bisa," ujar Husni kepada tribun-medan.com, Kamis (29/4/2021).

Menurut Husni, sejauh ini pembangunan TPA sistem Sanitary Landfill masih tengah diupayakan. Namun, tidak hanya khusus untuk Kota Medan melainkan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat.

"TPA kita yang ada hanya TPA Terjun, makanya untuk mengatasi kondisi TPA, kita sedang membangun kerjasama di bawah fasilitasi Provinsi untuk membangun TPA Regional.

Yaitu di STM Hilir, jadi ada lahan kita yang 16 Hektar, nanti akan dikolaborasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemkab Deliserdang, untuk membangun TPA Sanitary Landfill," jelasnya.

Husni menuturkan, beberapa persyaratan TPA Sanitary Landfill berdasarkan studi yang ada, tidak bisa diterapkan dengan luas lahan yang ada di Kota Medan. Terlebih, Kota Medan sudah banyak dibangun gedung-gedung dan pemukiman.

"Kalau kita merujuk pada persyaratan TPA Sanitary Landfill yang jaraknya minimal 1 Kilometer dari pemukiman penduduk, luasnya sesuai kebutuhan di Kota Medan itu tidak mungkin bisa," katanya.

Halaman
12
Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved