Breaking News:

Kasus Perjudian

Judi Tembak Ikan Merajalela ke Kampung-kampung, Tim Resmob Amankan 6 Tersangka dan Penyedia Lapak

Petugas Resmob Polres Toba menggerebek lapak judi tembak ikan yang berada di perkampungan. Ada enam orang diamankan

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/MAURITS
Enam tersangka kasus perjudian tembak ikan yang diamankan Polres Toba, Kamis (29/4/2021). Saat ini keenamnya masih dalam pemeriksaan petugas.(TRIBUN MEDAN/MAURITS) 

TRIBUN-MEDAN.com,BALIGE–Perjudian modus game tembak ikan saat ini merajalela dimana-mana.

Bahkan, judi tembak ikan sudah masuk ke kampung-kampung di kawasan Kabupaten Toba.

Teranyar, petugas Resmob Polres Toba menggerebek lapak judi tembak ikan di Desa Dolok Saribu Janji Matogu, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba. 

Penggerebekan dilakukan pada Senin (26/4/2021) kemarin, saat sejumlah pemain tengah asyik berjudi di dalam satu warung.

Baca juga: Puluhan Emak-emak Bakar Mesin Judi Tembak Ikan, Polisi: Cocok Itu Dilakukan

"Dalam kasus ini ada enam orang yang kami amankan," kata Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson Sipahutar, Kamis (29/4/2021).

Dia mengatakan, adapun keenam pelaku yang diamankan masing-masing Abdul Bences Dolok Saribu (41), Lungguk Oberlin Manurung (31), Martogi Manurung (40).

Kemudian Ucok Benhod Sihombing (28), Prengki Herbert Doloksaribu (35), dan Varhan Anggara Manurung (17).

Keenam pelaku merupakan warga sekitar lokasi penggerebekan.

Baca juga: Warga Medan Deli Resah Marak Judi Tembak Ikan, Minta Polisi Segera Bertindak

"Dari lokasi perjudian kami sita barang bukti chip mesin judi tembak ikan, satu mesin judi tembak ikan, dan uang sebesar Rp 1.760.000," kata Nelson.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, sambung Nelson, saat ini keenam tersangka termasuk penyedia lapak masih menjalani pemeriksaan di Polres Toba.

Nelson mengatakan, keenamnya terancam hukuman 10 tahun penjara.

Baca juga: Pemain dan Bandar Berhasil Lolos, Penggerebekan Lapak Judi Tembak Ikan Diduga Sudah Bocor

Polisi berencana menjerat keenamnya dengan Pasal 303 ayat 1 KUHPidana subsidair Pasal 303 bis ayat 1 KUH Pidana.

"Untuk saat ini yang kami tahan ada lima orang. Satu orang lainnya karena berstatus sebagai pelajar SMA dan sedang menjalani Ujian Nasional tingkat SMA, jadi tidak kami tahan," kata Nelson.

Adapun sebagai penjamin tak lain orangtua tersangka.(cr3/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved