TRIBUNWIKI

7 Tahapan Di Pernikahan Suku Karo, Ada Pertemuan Dua Keluarga

Dalam pernikahan adat Karo, ada banyak tahapan yang harus dilalui pasangan sebelum hingga setelah menikah. 

Tayang:
Editor: Ayu Prasandi
HO
Prosesi pernikahan adat Suku Karo 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Setiap suku di Indonesia memiliki tradisi ataupun kebiasaan yang akan dilakukan sebelum hingga sesudah pernikahan, tidak terkecuali suku Karo.

Dalam pernikahan adat Karo, ada banyak tahapan yang harus dilalui pasangan sebelum hingga setelah menikah. 

Jadi buat kamu yang berencana ingin menikah dengan lelaki atau wanita suku Karo, kamu wajib tau ke-tujuh tahapan pernikahan suku Karo berikut ini.

Baca juga: 12 Tahun Pisah, Rossa Blak-blakan Tutup Pintu Balikan dengan Yoyo Padi, Tapi Tetap Berhubungan Baik

Prosesi pernikahan adat Suku Karo
Prosesi pernikahan adat Suku Karo (HO)

1. Sitandaan Ras Keluarga Pekepar

Tahap pertama ini adalah momen dua keluarga saling bertemu dan mengenal satu sama lain.

Bukan sekadar berkenan tapi di tahap ini keluarga calon mempelai juga memperbincangkan atau membuat rencana tahap pernikahan selanjutnya, seperti tanggal dan waktu.

Dalam momen ini kedua orangtua kedua calon pengantin akan menyampaikan saran dan masukan kepada Anak beru masing masing.

Selanjutnya Anak beru disini akan membantu kedua keluarga sebagai penyambung lidah menyampaikan kepentingan dua kelompok keluarga, terutama membahas tahap selanjutnya yakni kapan Maba Belo Selambar  dilaksankan.

Baca juga: Sejarah Terbentuknya Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia di Sumatera Utara

2. Maba Belo Selambar

Mbaba belo selambar yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah membawa selembar daun sirih, yang merupakan acara untuk meminang sang wanita. Disini sang wanita akan ditanyai kesiapan dirinya beserta keluarga untuk dipinang oleh keluarga pria.

Biasanya untuk melaksanakan prosesi ini dilakukan di rumah kalimbubu.

Selain itu, pada acara ini, pihak laki-laki juga akan membawa nasi dengan lauknya untuk makan sebelum percakapan dimulai. 

Setelah acara makan selesai, pihak dari laki-laki akan memulai percakapan antara anak beru kedua belah pihak, dalam acara mbaba belo selambar ini, tugas kalimbubu hanya mendengarkan apa saja yang akan dilakukan.

Setelah mendengarkan kemudian pihak kalimbubu-lah yang akan melengkapi. 

Setelah acara makan siang selesai, selanjutnya kedua keluarga akan mulai membahas rencana tradisi selanjutnya yaitu nganting manuk.

Baca juga: 12 Tahun Pisah, Rossa Blak-blakan Tutup Pintu Balikan dengan Yoyo Padi, Tapi Tetap Berhubungan Baik

3. Nganting Manuk

Prosesi ini bisa dibilang yang terpenting, sebab dalam acara ini, kedua keluarga akan membahas lebih detil hal-hal mengenai pesta pernikahan

Pada prosesi ini, kedua belah pihak membicarakan tentang gantang tumba (mas kawin).

Kalimbubu dan mata kerja atau membahas masalah tanggal, bulan dan tahun digelarnya pesta pernikahan.

Termasuk memilih hari baik menurut suku karo untuk dilaksanakan pesta pernikahan.

Baca juga: 12 Tahun Pisah, Rossa Blak-blakan Tutup Pintu Balikan dengan Yoyo Padi, Tapi Tetap Berhubungan Baik

4. Kerja Adat atau Ersuka Emas.

Biasanya selelum Kerja Adat atau Pesta Pernikahan digelar, paginya dilakukan dahulu tahapan pengesahan secara agama yang dianut. 

Setelah selesai secara agama, maka dilanjutkan dengan kerja adat.

Pada acara ini seluruh sanak keluarga, maupun teman dari kedua mempelai akan diundang untuk berkumpul guna melakukan prosesi adat runggu sangkep nggeluh dan tahapan acara lainnya. 

Suasana yang meriah namun sakral akan mewarnai prosesi pernikahan adat Karo karena diisi dengan doa dan juga nasihat.

Paling penting, pada tahap ini, kedua mempelai yang telah sah menjadi suami istri diwajibkan untuk menari atau biasa disebut landek dan bernyanyi.

Baca juga: Air Mata Tumpah saat Anak Balita Serda Nugroho Pamit: Afin Pulang Dulu, Dadah Ayah, Sehat Ya Ayah. .

5. Persada Tendi

Dalam bahasa Indonesia Persada Tendi artinya menyatukan jiwa. Dalam acara ini biasanya disiapkan nasi beserta lauk untuk disantap pengantin dalam satu piring. Makanan itu memiliki arti memberikan tenaga yang baru, kepada kedua pengantin.

Untuk Pelaksanaanya sendiri, akan dilakukan pada malam hari pada hari yang sama setelah kerja adat. Diikuti dengan acara makan malam bersama oleh seluruh sanak keluarga kedua belah keluarga yang diikuti

Baca juga: Sejarah Terbentuknya Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia di Sumatera Utara

6. Ngulihi Tudung

Prosesi Ngulihi Tudung ini dilaksanakan setelah 2 hingga 4 hari acara pesta pernikahan selesai. Pengantin datang ke rumah kalimbubu mengambil pakaian pengantin perempuan. 

Biasanya pada acara ini dibawa nasi beserta lauknya. Meski acaranya hanya sekedar mengambil atau menjemput pakaian pengantin perempuan, prosesi Ngulihi Tudung ini, juga sekaligus untuk minta doa agar pemgantin baru tersebut sungguh-sungguh dalam menjalani kehidupan rumah tangganya.

Baca juga: Terganggu saat Asyik-asyiknya Berhubungan Intim dengan Pria Selingkuhan, Anaknya 2 Tahun Dimatikan

7. Ertaktak

Prosesi yang terakhir yakni Ertaktak biasanya prosesi ini dilakukan setelah acara pesta adat selesai, dan dilaksanakan di rumah kalimbubu dengan waktu yang telah ditentukan kedua keluarga mempelai.

Pada acara ini akan dikulik masalah pengeluaran dalam acara pesta adat. Mungkin pada pesta tersebut masih ada barang atau keperluan yang belum dibayar, baik dari anak beru, sembuyak maupun kalimbubu.

Disini pula anak beru makan bersama dengan kalimbubu, sehingga diselesainkanlah semua masalah biaya pernikahan hingga tuntas

Nah, begitulah tahap pernikahan yang harus kamu lewati bilang ingin menikah dengan suku Karo. Semua prosesi ini dilaksanakan dengan sakral dengan mengedepankan rasa kekeluargaan.

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved