Breaking News:

Ratu Entok Vs Perawat

Cekcok di Mediasi Ratu Entok dan PPNI, Anggota Dewan Ancam Usir Pengacara dari Ruang Rapat

Selebgram Ratu Entok alias Irfan Satria Putra menghadiri undangan Komisi II DPRD Medan untuk rapat dengar pendapat (RDP) bersama perawat

TRIBUN-MEDAN.COM - Selebgram Ratu Entok alias Irfan Satria Putra menghadiri undangan Komisi II DPRD Medan untuk rapat dengar pendapat (RDP) bersama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Ratu Entok hadir bersama kuasa hukumnya.

Dalam berjalannya rapat, ternyata DPRD Medan belum mengetahui bahwa Ratu Entok sudah dilaporkan ke Polda Sumut oleh PPNI.

"Saya kan sudah dilaporkan ke Polda oleh PPNI, jadi izinkan pengacara saya berbicara untuk meluruskan kejadian yang ada," ujar Ratu Entok saat dipersilakan memberikan klarifikasi.

Menanggapi hal ini, pimpinan rapat sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari mengatakan RDP seharusnya tidak perlu dilakukan.

"Kalau sudah dilaporkan, seharusnya kami tidak ada wewenang lagi memanggil kedua belah pihak. Karena DPRD ini bukan lembaga hukum. Bisa diselesaikan saja di Polda," ujar Sudari.

Sudari mengatakan, jika RDP dilanjutkan, maka DPRD Medan sudah melanggar hukum.

Berbeda halnya jika laporan dicabut.

"Kalau misalnya laporan itu dicabut bisa kita lanjutkan, tapi kalau tidak, ya silakan dilanjutkan di ranah hukum," kata Sudari.

Hal serupa disampaikan anggota Komisi II, Wong Cun Sen mengatakan tugas DPRD Medan hanya untuk memediasi.

Halaman
123
Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved