TRIBUNWIKI
Fakta Menarik Stasiun Kereta Api Medan, Ada Monumen Lokomotif
Serta, stasiun ini dulunya terdiri atas sembilan jalur, diantaranya jalur pertama arah Binjai, jalur ke dua arah Belawan.
TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN- Stasiun Kereta Api Medan ternyata menyimpan berbagai fakta menarik.
Diantaranya, awal jalur jalan rel dibangun oleh perusahaan kereta api swasta yaitu Deli Spoorweg Matschappij (DSM) pada tahun 1886-1915 sehingga pada 25 Juli 1886 stasiun ini resmi dibuka.
Sebelumnya, di tahun 1915 berhasil mendatangkan delapan lokomotif uap tipe C2 dan diberi nomor DSM 31-38.
Baca juga: Hari Kebebasan Pers Sedunia, AJI Medan Suarakan Kekerasan Terhadap Jurnalis Harus Dihentikan
Diketahui, lokomotif ini didatangkan dari pabrik Hartmann, Jerman pada tahun 1914 dengan tipe 2-6-4T.

Dengan tujuan mengangkut hasil produksi perkebunan dari berbagai wilayah untuk diekspor ke luar negeri sehingga jalur perlintasan kereta api melewati daerah-daerah perkebunan sepanjang pesisir timur Sumatra.
Komoditas perkebunan dulunya seperti tembakau.
Selain itu, arah rel stasiun ini membujur di utara ke selatan. Bahkan dulunya ada jalur menghubungkan antara Stasiun Medan dan Labuhan sekitar 16.7 kilometer.
Serta, stasiun ini dulunya terdiri atas sembilan jalur, diantaranya jalur pertama arah Binjai, jalur ke dua arah Belawan.
Namun, berjalannya waktu tujuan stasiun mulai bergeser dan arsitektur juga mengalami renovasi tepatnya pada tahun 2013.
Baca juga: Hari Kebebasan Pers Sedunia, AJI Medan Suarakan Kekerasan Terhadap Jurnalis Harus Dihentikan

Yang tidak berubah seperti menara jam di bagian depan, monumen lokomotif buatan Belanda, bagian peron jalur dua dan tiga, dan jembatan gantung di bagian selatan.
Selanjutnya, saat ini Stasiun Medan sebagai kereta api kelas tipe B dengan ketinggian sekitar 22 meter, memiliki empat peron, dan tujuh jalur dikelola PT Kereta Api Indonesia, Devisi Regional I, Sumatera Utara.
Bahkan terbagi atas beberapa kelas yaitu eksekutif, campuran eksekutif bisnis, premium dan ekonomi sehingva dalam sehari dapat menampung ribuan penumpang.
(cr20/tribun-medan. com)