News Video
Pemberlakuan Larangan Mudik, Penjualan Tiket di Binjai Merosot 200 Persen
Robi mengatakan, perjalanan bus lintas provinsi akan berhenti beroperasi esok hari. Hanya, angkutan barang, kata dia yang diperbolehkan untuk melintas
Penulis: Satia |
Pemberlakuan Larangan Mudik, Penjualan Tiket di Binjai Merosot 200 Persen
TRIBUN MEDAN.COM, BINJAI - Jelang penerapan larangan mudik pulang kampung 2021, penjualan tiket bus antar kota dan provinsi, di Kota Binjai, merosot tajam.
Diperkirakan, penurunan penjualan tiket mencapai 200 persen, sejak mewabahnya pandemi Covid-19 di Indonesia, terkhusus Sumatera Utara. "Penjualan tiket menurun kali, hampir 200 persen," kata Agen penjualan tiket PT Bilah Pane Sejati, di Terminal Bus Binjai, Jalan Ikan Paus, Kota Binjai, Senin (3/5/2021).
Ia mengatakan, penurunan ini sudah terjadi sejak tahun lalu. Di mana, pemerintah memberlakukan larangan mudik. "Sudah sejak tahun lalu begini, penjualan tiket selalu turun," ungkapnya.
Robi mengatakan, perjalanan bus lintas provinsi akan berhenti beroperasi esok hari. Hanya, angkutan barang, kata dia yang diperbolehkan untuk melintas, selama larangan mudik diberlakukan. "Besok terakhir kami berangkat dan tanggal 18 Mei baru diperbolehkan lagi berangkat," jelasnya.
Untuk penjualan tiket angkutan barang, kata dia mengalami peningkatan semenjak larangan mudik diberlakukan. Sebab, larangan hanya diberlakukan kepada angkutan penumpang, tidak pada barang. "Kalau untuk angkutan barang ada peningkatan, karena larangan hanya kepada penumpang saja," ucapnya.
Menurutnya, pemberlakukan larangan mudik ini, jelas menyiksa para pengusaha. "Jelas dengan adanya ini, kami jadi sulit, mau gimana lagi tetap harus mengikuti aturan," katanya.
Robi mengatakan, untuk lintas dalam kota, pihaknya masih mengangkut penumpang. Menurutnya, Pemerintah Kota Binjai, sejauh ini belum ada memberikan informasi mengenai penyekatan dalam kota. "Kalau lintas dalam kota masih angkut orang kami. Gak tau kalau di Binjai gak boleh ke Kabupaten Langkat, karena belum ada diinformasikan pemerintah," ucap Robi.
Terakhir, ia berharap untuk tahun depan, tidak ada lagi penyekatan larangan mudik terhadap angkutan penumpang.
Terpantau, terminal ini tampak sepi akan kehadiran penumpang. Bahkan, sangkin sepinya penumpang, kernet dan supir tertidur di tempat penyimpanan barang, pada bagian bawah bus.
(Wen/Tribun-Medan.com)