Breaking News:

TRIBUNWIKI

Cerita Pohon Teduh Hariara Toguan Simanindo Di Samosir, Suara Tangisan Pertanda Kematian

Sistem ini dinamai Horja Bius yang masing-masing wilayah memiliki otoritas menjalankan roda pemerintahannya.

TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Makam tua dibentuk dari batu di bawah pohon hariara milik salah satu marga keturunan Bius Sitolu Tali di Simanindo, Samosir 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Pada masanya, Batak telah jauh hari mengenal sistem pemerintahan yang berpaham demokrasi.

Sistem ini dinamai Horja Bius yang masing-masing wilayah memiliki otoritas menjalankan roda pemerintahannya.

Tersebutlah Bius Sitolu Tali, Simanindo, di Ujung Utara Pulau Samosir.

Bius Sitolu Tali merupakan struktur kekuasaan yang mengatur sistem pemerintahan yang ada di Simanindo.

Bius Sitolu Tali terdiri dari tiga marga atau tiga raja jolo.

Makam tua dibentuk dari batu di bawah pohon hariara milik salah satu marga keturunan Bius Sitolu Tali di Simanindo, Samosir
Makam tua dibentuk dari batu di bawah pohon hariara milik salah satu marga keturunan Bius Sitolu Tali di Simanindo, Samosir (TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA)

Turnip, Sidauruk dan Sitio, serta Malau sebagai 'boru' begitulah strukturnya.

Hari ini, kita menapak jejak peninggalan Bius Si Tolu Tali di Simanindo.

Sebatang Pohon Hariara tumbuh kokoh dan Tak Jauh dari Tepian Danau Toba.

Baca juga: Sumut Bakal Dilanda Siklon Tropis pada Mei 2021, Mungkinkah Berbahaya? Ini Penjelasan BMKG

Pohon Hariara Toguan namanya. Itulah yang kita dapati sebagai simbol pemerintahan kala itu. 

Halaman
1234
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved