News Video

Viral Abang Jago Mengaku Oknum SPSI Minta Jatah Proyek di Kompleks Perumahan

Viral aksi abang jago mengaku oknum SPSI minta jatah proyek di kompleks perumahan di kawasan Jalan Bilal, Kota Medan.

Tayang:
Penulis: M.Andimaz Kahfi | Editor: M.Andimaz Kahfi

"Tadi kalian minta kerja, sekarang kami sudah kerja terus kalian bilang enggak bisa. Celananya, masalahnya kami kerja ada 8 orang. Kami lebih berhak bekerja diwilayah sini," sebut abang jago.

Si abang jago menyebut, seharusnya para pekerja yang sedang bekerja tersebut lebih berhak bekerja di wilayahnya masing-masing bukan di area yang mereka tempati itu.

"Misalnya gini, kami dapat borongan ditempat orang sana, kami bakal ngerti ngasih uang rokok seperti itu," katanya.

Lebih lanjut, pemilik rumah yang sedang dibangun menyebut ia tidak bisa mempekerjakan orang secara sembarangan. Karena selama ini, dalam mencari pekerja lewat rekomendasi dari pekerja sebelumnya.

"Nanti aku bawa tukang yang ngerti semuanya. Arti kata, dialah yang ngerti ini itu semuanya. Pekerjaan orang ini bisa saya gantikan nanti. Besok aku bawa orang ini, semua pekerja SPSI sini," ujarnya.

Mendengar jawaban si abang jago, sontak pemilik bangunan langsung menyanggah.

"Enggak usah semua, kami cuma butuh dua orang aja. Kalau pun mau nambah kami lihat hasil kerja dulu. Kalau hasil kerja cocok sesuai dengan selera saya, kenapa enggak dengan yang lain," tuturnya.

"Kalau bawa langsung 8 orang, hasil kerjanya saya enggak tahu dan enggak ada yang merekomendasikan mereka itu cemana. Abang mau gaji mereka," tegasnya.

Si abang jago lalu menanyakan bagaimana nasib pekerjaan lainnya, kalau hanya dua orang bekerja.

"Kalau cuma kamu dua, yang lain gimana," sebutnya.

Pemilik bangunan laku menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan masih lama. Apabila memang nanti pengerjaannya bagus, yang lain juga boleh ditarik untuk ikut bekerja. Tapi harus dilihat dulu hasil kerjanya bagaimana.

"Abang bawa semua, aku pun bingung mau aku suruh ngapain-ngapain gitu. Macam dua ini saya suruh ngecat, nah kalau hasilnya cocok bagus nanti abang suruh dia datang bisa enggak untuk bongkar, kalau bisa silahkan datang lagi bertahap," urainya.

Mendapat jawaban demikian, abang jago tidak terima dan menganggap seperti ada pilih kasih antara kelompok yang sedang bekerja dengan kelompok abang jago yang ingin masuk untuk bekerja.

"Kenapa ribet-ribet gini jadinya," katanya.

Wanita pemilik bangunan lalu menyebut pekerjaan tidak bisa dihentikan. Karena sudah ada kesepakatan dengan para pekerja.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved