Pembunuhan Pedagang Wanita
Lisbet Pernah Kemalingan Barang Dagangan hingga Dijambret sebelum Ditemukan Tewas Mengenaskan
Lisbet pernah mengalami pencurian barang dagangannya mulai dari rokok, uang, tabung gas, handphone bahkan sepeda motor pun raib dua Minggu yang lalu.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lisbet Boru Napitupulu, perempuan paruh baya yang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan, Kamis (6/5/2021).
Saat ditemukan, darah mengitari jasad tersebut di rumah yang jadi tempat tinggal dan juga merupakan usaha toko sembako.
Warga mengisahkan kegetiran yang pernah dialami Lisbet Napitupulu sebelum nyawanya terenggut.

Perempuan berstatus janda tanpa anak ini acap kali menjadi korban pencurian dan penjambretan.
Siorpa, tetangga dari Lisbet menuturkan kalau Lisbet pernah mengalami pencurian barang dagangannya mulai dari rokok, uang, tabung gas, handphone bahkan sepeda motor pun raib dua Minggu yang lalu.
Lanjut wanita berambut pirang ini yang tinggal tepat di depan rumah korban mengatakan, pencurian rokok, uang, tabung gas itu terjadi setahun yang lalu.

Si maling, kata dia, diduga masuk dari belakang rumah korban.
"Dia juga pernah pas lagi duduk-duduk di depan rumahnya, tiba-tiba handphone-nya dijambret," katanya.
Perempuan kelahiran Tana Toraja, Sulawesi Selatan itu mengatakan, korban di rumahnya memiliki usaha kelontong.
Mulai dari sembako, pulsa, tabung gas dan lain sebagainya.
Sepeda motor korban pun dicuri oleh orang yang berpura-pura membeli pulsa.
"Jadi dia pura-pura beli pulsa, tangan kanannya ngapain (mengutak-atik, red) kunci kereta (sepeda motor)-nya, habis itu dibawanya. Itu dua Minggu lalu lah. Dia (Lisbet) dah beli kereta lagi," kata Siorpa.
Sementara, warga lain bernama Suni yang tinggal bersebelahan dengan rumah korban, mengatakan, pada Kamis (6/5/2021) sekitar pukul 09.00 WIB, ada seseorang yang berkali-kali memanggil nama korban untuk membeli sesuatu.
"Dia manggil-manggil tapi gak nyahut ibu itu. Jadi dia duduk di depan kedai nungguin karena takut ada pencuri, kan kedainya terbuka pintunya," katanya.
Namun setelah setengah jam tidak dijawab, saksi masuk ke dalam rumah dan kaget karena melihat korban tergeletak dengan kondisi kakinya diikat.
"Habis (setelah) nengok ke dalam, dia keluar manggil saya, ngasih tau, lalu ya gini lah rame (ramai) orang," katanya.
Suni bilang Lisbet selama ini berjualan sembako di rumahnya.
Dia sendiri tidak sering berkomunikasi dengan korban karena sibuk dengan pekerjaan sebagai penjahit.
Polisi, kata dia, tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB.
Korban pun kemudian dibawa menggunakan mobil ambulans dibantu oleh beberapa warga.
"Semalam hujan deras. Kami tak dengar apa-apa walaupun rumah kami berdekatan gini," katanya.
(mft/tribun-medan.com/tribunmedan.id)