TRIBUNWIKI
Getuk Lindri, Makanan Pengganti Nasi di Masa Penjajahan Belanda
Selain bercita rasa yang enak dan menggugah selera, getuk lindri mengajarkan arti dari kesederhanaan.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Berbagai macam makanan khas Indonesia masih banyak ditemukan dibeberapa daerah, seperti halnya di Sumatera Utara.
Terdapat satu makanan yang terbuat dari singkong yang bernama getuk lindri.
Makanan ini digadang-gadang dahulunya merupakan makanan pengganti nasi. Makanan ini juga dulunya sering muncul pada acara-acara penting seperti prosesi pernikahan.
Namun, lama kelamaan makanan ini mulai terlupakan oleh masyarakat.
Tetapi, tak perlu khawati, bagi setiap orang yang ingin menyantap makanan ini, tidak lah susah untuk membuatnya sendiri tanpa harus membeli.
Baca juga: WADUHHH, Barang Bukti Penganiayaan Rina Simanungkalit Hilang, Pengacara: Harus Segera Ditemukan!
Dikutip dari beberapa artikel, getuk konon telah ada sejak zaman penjajahan Belanda.
Seperti yang kita semua tahu, pada masa penjajahan itu, rakyat Indonesia sangat kesulitan mendapatkan makanan pokok, yakni beras.
Sehingga masyarakat mencari pengganti makanan pokok beras dengan kentang, yang pada saat itu mudah dan banyak tumbuh di sekitaran.
Sementara itu, seorang pelopor yang berasal dari Magelang, bernama Mbah Ali Mohtar berinovasi terhadap penganan berbahan dasar singkong ini, yang diberinya nama sebagai getuk.
Baca juga: Bobby Nasution Kunjungi Warkop Jurnalis Medan, Ungkap Makna Kata Maaf dan Akan Evaluasi Keamanan
Sedangkan nama lindri merupakan proses penggulungan adonan yang dinamakan lindri.
Singkong diproses hingga lembut, lalu keluar dari lindri dalam bentuk gulungan kecil, panjang dan memiliki serat yang berbentuk mie.
Getuk ini kemudian dapat dipotong sesuai selera dan keinginan.
Baca juga: Lama Vakum, Tamara Bleszynski Kabarkan akan Kembali ke Dunia Hiburan, Sempat Alih Profesi Jadi Ini
Getuk lindri mempunyai keunggulan dibanding getuk lainnya, selain karena warnanya yang cantik, penganan satu ini juga memiliki aroma yang khas dan menggoda lidah karena menggunakan perpaduan daun pandan yang harum dan parutan kelapa yang gurih.
Selain bercita rasa yang enak dan menggugah selera, getuk lindri mengajarkan arti dari kesederhanaan.
Di mana getuk muncul akibat keterbatasan bahan makanan pokok beras pada masa penjajahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/satu-porsi-getuk-lindri.jpg)