Breaking News:

Polemik Insentif Honorer

Nakes Honorer RS Pirngadi Belum Terima Insentif sejak Oktober 2020, Berharap Wali Kota Beri Atensi

Tenaga Kesehatan honorer yang menangani Covid-19 di RSU Dr. Pirngadi mengeluh sebab insentifnya tidak dicairkan sejak Oktober 2020 sampai saat ini. 

Tribun-medan.com/HO
Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan berdemo, Rabu (10/2/2021).Hal ini dikarenakan dana insentif belum dibayar. (Tribun-medan.com/HO) 
Laporan Wartawan Tribun-Medan/Goklas Wisely 
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAM - Tenaga Kesehatan honorer yang menangani Covid-19 di RSU Dr. Pirngadi mengeluh sebab insentifnya tidak dicairkan sejak Oktober 2020 sampai saat ini. 
"Seharusnya kami perawat Covid-19 honorer mendapatkan insentif Rp 7,5 juta per orang setiap bulannya. Insentif ini sebelumnya sudah kami terima sejak Maret - September 2020. Tapi setelah itu macet," kata Hervina selaku perawat honorer di RSU Dr. Pirngadi kepada Tribun Medan melalui saluran telepon, Sabtu (8/5/2021). 
Dia pun menjelaskan sejak November 2020 sampai saat ini belum ada mendapatkan insentif tersebut.
Ia mengaku sangat membutuhkan dana tersebut untuk mencukupi kebutuhannya sehari hari.
Sebab, dengan gaji biasanya sebesar Rp 1.5 juta ia mengaku sulit untuk bertahan hidup. 
Ia pun meminta agar Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Aulia Rachman untuk memperhatikan nasib mereka sebagai nakes honorer yang terjepit ekonominya. 
"Kami ini yang sudah mengabdi bahkan mencapai 15 tahun dengan gaji Rp 1,5 juta, tanpa THR, serta uang BPJS yang tidak lancar karena setahun ini belum dikasih, semoga dapat diperhatikan masa depannya," sebutnya. 
Selain itu, diungkapnya juga gaji para perawat dan bidan honorer sudah tidak dibayarkan selama dua bulan terakhir ini.
Maka dari itu, untuk mencukupi kehidupan sehari - hari Hervina sampai harus hutang sana - sini. 
Dia mengungkapkan kerja setiap hari dengan tiga shif yang berganti - gantian dengan nakes lainnya. Untuk yang masuk pagi dari pukul 08.WIB - 15.00 WIB, sore dari pukul 15.09 WIB - 21.00 WIB, dan malam 21.00 WIB - 09.00 WIB. 
"Kalau nakes honorer penanganan Covid-19  ada sekitar ratusan begitu lah. Kalau alasan berdasarkan informasi yang saya dengar rumah sakit bayar hutang makanya tidak bisa cair. Ya, hutang obat - obatan mungkin ke farmasi," ucapnya. 
Dia juga mengatakan pasien Covid-19 yang ada di RSU Dr. Pirngadi ini tengah membludak. Bahkan sampai kamar untuk memfasilitasi pasien Covid-19 telah penuh atau full. 
Menurutnya hal itu tidak hanya dialami RSU Pirngadi, melainkan juga rumah sakit lainnya seperti Murni Teguh, juga merasakan hal yang serupa. 
"Jadi membludak sekali pasien Covid-19 saat ini. Sampai tidak ada kamar dan para pasien Covid-19 yang datang dirujuk ke rumah sakit lainnya.  Selama bulan puasa ini kelonjakan kenaikan pasien Covid-19 mencapai 50 persen," katanya.
Oleh karena itu, di tengah kerja keras para nakes untuk mengatasi pasien Covid-19, tetapi hak mereka atas gaji dan insentif kian tak cairkan. 
Ada pun sampai saat ini pihak RSU Dr. Pirngadi dan Dinas Kesehatan Kota Medan masih coba untuk dihubungi untuk menjawab persoalan tersebut. 
(cr8/tribun-medan.com)
Penulis: Goklas Wisely
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved