TRIBUNWIKI
SOSOK Stephanie Santira Pandia, Dokter yang Juga Mencintai Dunia Jurnalistik
Selama setahun, Ia fokus menjadi dokter gigi membuatnya merindukan dunia jurnalistik.
Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - drg Stephanie Santira Pandia seorang dokter gigi yang tertarik dan terpacu dalam dunia jurnalis sejak empat tahun belakangan ini.
Lulus pada tahun 2017, Stephanie justru tidak langsung menjadi dokter melainkan langsung terjun ke dunia jurnalistik.
Bahkan, sebelum lulus koas Ia langsung mendaftar kerja di Metro TV.
Baca juga: Kini Artis Cantik Ini Banting Setir Jadi Pengusaha Warung Makan, Intip Fasilitas Mewah di Dapurnya
Namun karena keinginan sang ibu yang juga seorang dokter gigi, Stephanie pun berhenti menjadi jurnalis full time disana.
Selama setahun, Ia fokus menjadi dokter gigi membuatnya merindukan dunia jurnalistik.
Hingga pada 2019, Ia mengambil pekerjaan jurnalis freelance di Kompas TV dan menyambi sebagai dokter gigi di Tanah Karo.
Baca juga: Kini Artis Cantik Ini Banting Setir Jadi Pengusaha Warung Makan, Intip Fasilitas Mewah di Dapurnya
Kini Ia menjadi satu diantara jurnalis terbaik dari Kompas TV karena semangat dan ketertarikannya untuk menggeluti bidang tersebut.
Ia bahkan sempat bekerja di stasiun Metro TV dan sempat memviralkan sebuah berita dengan membuat hastag berita #Medan Sejuta Lubang.
Hal itu menjadi dasar yang menyadarkannya bahwa ketika apa yang dilakukan bagi orang lain berguna, itu lebih berharga dibandingkan materi.
Setelah lulus dari dunia pendidikan, Stephanie juga pernah mendapatkan internship di rumah sakit terbesar di Korea bernama Seoul Asan Hospital dan menjadi GS of Public Health Candidate @yonseiofficial dan @ajou_university.
Setelah berada disana sekitar tiga bulan mendapatkan pengalaman dan belajar untuk implan gigi, hingga kini Ia bersama tim medical dari Korea tetap berhubungan baik.
"Kalau orang bertanya gimana bisa menjalankan dua-duanya ya karena kebetulan jadwalnya yang memang tepat. Kompas juga mengikuti jadwalku jadi tetap jadwal praktek dokter gigi tidak terganggu, jadi jurnalis juga tidak terganggu," ujarnya di Kantor Kompas TV Medan, Jumat (7/5/2021).
Baca juga: Mengenal Genggong, Alat Musik Suku Karo Yang Dahulu Digunakan Untuk Memanggil Kekasih
Perempuan kelahiran Medan ini tengah menjalani kedua bidang pekerjaan, pada Senin hingga Rabu Ia berada di Kabanjahe karena bekerja di Rumah Sakit Efarina dan Klinik Polres.
Lalu pada Kamis sampai Minggu Ia bekerja sebagai jurnalis.
Ia merupakan sosok inspirasi bagi anak muda, perempuan yang penuh energik ini selalu menyenangi hal baru untuk dihadapi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/stephanie-santira-pandia-yang-mencintai-dunia-jurnalistik.jpg)