Dessy Indri Astuti, Atlet Wushu yang Dapat Tiket PON Papua Beber Tips Tetap Bugar selama Berpuasa

Selain seorang atlet, Dessy yang juga merupakan seorang dokter umum di RS Royal Prima ini selalu mengonsumsi air putih saat sahur.

Penulis: akb lama | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun Medan Sofyan Akbar
Dessy Indri Astuti saat menunjukkan jurus Taulo di yayasan Kusuma Wushu Indonesia (YKWI). (Tribun Medan Sofyan Akbar) 

Dessy Atlet Wushu Taulo Selalu Minum Air Putih saat Sahur

Laporan wartawan Tribun Medan Sofyan Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dessy Indri Astuti atlet Wushu Taulo yang mendapat tiket di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua (2-15 Oktober 2021) selama Ramadan mempunyai tips untuk bisa tetap fit dalam menjalankan ibadah puasa.

Selain seorang atlet, Dessy yang juga merupakan seorang dokter umum di RS Royal Prima ini selalu mengonsumsi air putih saat sahur.

Untuk hidangan makanan, kata wanita kelahiran 8 Desember 1990 ini bebas dan selalu berganti yang penting tidak berminyak dan tidak terlalu banyak lemak.

"Karena kebanyakan lemak bisa membuat tubuh cepat kehilangan daya tahan dan kerongkongan cepat kering," akunya, Sabtu (8/5/2021).

Maka dari itu, Dessy memfokuskan mulai dari Ramadan pertama setiap sahur tiba, ia selalu mengonsumsi air mineral atau air putih.

"Terutama yang hangat. Karena diyakini bisa mengikis semua sisa makanan yang menempel pada kerongkongan," katanya.

Sementara untuk menu berbuka, kata atlet peraih medali perak pada PON Bandung tahun 2014 ini selalu berbuka dengan yang manis, termasuk teh manis.

"Tapi tetap, harus yang panas. Alasannya karena biar tubuh tidak kekurangan air. Sebab kalau kita berbuka dengan yang dingin, cairan di dalam tubuh tidak akan bertambah mengingat apabila kita minum air dingin tidak akan sebanyak minum minuman yang hangat," ujarnya.

Sementara untuk berbuka puasa, biasanya Dessy langsung menyantap kurma dan sebelum itu langsung minum teh manis panas untuk melegakan dahaga yang seharian belum dimasukkan minuman atau makanan.

"Saya selalu menjaga waktu salat. Jadi, saya berbuka dengan yang manis dan tanpa menyentuh makan-makanan yang berkalori tinggi," katanya.

Maka dari itu, katanya, dirinya akan makan nasi setelah dirinya melakukan salat, baik itu Maqrib, Isya, Tarawih dan witir.

"Apalagi ini bulan baik, tidak ada salahnya kalau saya mengikuti dan tidak tinggal untuk beribadah," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved