Breaking News:

Disperindag Gelar Pasar Murah di 230 Titik, Tebingtinggi Paling Banyak Peminat

Dikatakan Barita, hampir seluruh produk laris terjual lantaran dengan harga yang cukup terjangkau.

TRIBUN MEDAN/GOKLAS
Satu stand yang menyediakan bahan kebutuhan pokok di Pasar Murah Pemprov Sumut, Rabu (5/5/2021).(TRIBUN MEDAN/GOKLAS) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut akhirnya tetap menggelar Pasar Murah setelah sebelumnya diprediksi akan ditiadakan.

Pada periode Ramadan dan Idulfitri tahun 2021, Disperindag Sumut mencatat terdapat 230 titik Pasar Murah di Sumut dan hampir sekitar 150 titik terdapat di Kota Medan.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sumut Barita Sihite mengungkapkan, penyelenggaraan Pasar Murah tahun 2021 berjalan sukses di seluruh titik dengan barang hampir laris terjual.

Selain Medan, titik Pasar Murah paling laris berada di Tebing Tinggi. Dikatakan Barita, hampir seluruh produk laris terjual lantaran dengan harga yang cukup terjangkau.

Baca juga: Pasar Murah Tanpa Pembatasan di Deliserdang, Warga Bisa Beli Sembako Sepuasnya

"Di Tebing paling laris itu barang-barangnya, untuk minyak goreng saja hampir satu ton habis terjual. Itu dibatasi belinya karena di Pasar Murah ini katakanlah distributor ini tidak dapat untung. Jadi harga sangat tipis. Sebagi bukti, kotak harus balik ke perusahaan. Jangan sampai tukang jualan di sana memborong barang," ungkap Barita, Minggu (9/5/2021).

Barita menjelaskan, di Pasar Murah terdapat bahan makanan pokok yang dijual serupa dengan harga distributor, diantaranya 1 kg gula pasir dijual dengan harga Rp 11.000.

Seperti diketahui, harga eceran tertinggi (HET) 1kg gula pasir adalah Rp 12.500. Selain itu, 1 liter minyak goreng kemasan dijual di Pasar Murah seharga Rp 11.000.

Dikatakan Barita, hingga saat ini titik-titik Pasar Murah masih pihak Pemda setempat yang menentukan sehingga ada beberapa daerah yang meletakkan titik Pasar Murah bukan di daerah sentra masyarakat.

"Cuma untuk titik Pasar Murah itu bukan kita yang menentukan tapi daerah. Jadi ada juga memang tidak di sentra masyarakat ramai dibuatnya. Jadi gregetnya kurang, tapi secara keseluruhan itu bagus," jelasnya.

Namun begitu, hal ini menjadi evaluasi bagi Barita untuk ke depannya agar pelaksanaan Pasar Murah dapat lebih dijangkau oleh masyarakat.

"Ke depannya, kalau bisa kita bikin pasar murah ini bisa bermobilisasi. Kita sediakan mobil yang siap berpindah-pindah," kata Barita.

Selama ini program Pasar Murah hanya diadakan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) karena keterbatasan anggaran. Barita berharap, Pasar Murah Keliling nantinya bisa disiagakan setiap hari dengan bantuan distributor sembako di Sumut.

"Kan kita punya kerja sama yang baik dengan distributor. Kita bisa pinjam dulu barang distributor. Kalau harga bergejolak, Pasar Murah keliling ini akan turun," ucap Barita.

Ada pun, Disperindag Sumut tidak menargetkan jumlah perputaran uang pada tiap gelaran Pasar Murah ini. "Kita nggak mengukur perputaran uang, tapi memastikan pemerintah hadir untuk masyarakat," pungkas Barita.

Penulis: Kartika Sari
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved