SAE Nababan Tutup Usia
Pendeta Saut Sirait Kisahkan Sepak Terjang Ompui Ephorus Emeritus HKBP SAE Nababan Bela Rakyat Kecil
Prestasi yang paling identik dari Pendeta SAE Nababan menurutnya adalah soal sikap kritis untuk berpihak kepada orang-orang yang lemah, kaum marjinal.
Kemudian menjadi presiden dewan Gereja Asia, Sekum PGI selama 25 tahun, Ketua Umum PGI, Ephorus HKBP, dan lainnya.
Menurutnya tidak ada lagi sosok yang mampu mengikuti jejak langkah yang telah ditorehkan Pendeta SAE Nababan semasa hidupnya.
Dia mengaku mengenal Pendeta SAE sejak mahasiswa di tahun 1980-an di STT Jakarta. Academic record-nya juga dianggapnya belum terpecahkan sebab selalu tamat dengan cumlaude sampai di tingkat kuliah di luar negeri.
Prestasi yang paling identik dari Pendeta SAE Nababan menurutnya adalah soal sikap kritis untuk berpihak kepada orang-orang yang lemah, kaum marjinal.
Hal itu dibuktikan dengan kedekatan almarhum dulu dengan rakyat Sugata untuk melawan PT Indorayon sekitar 1992.
"Dia mengerahkan segala energinya untuk membela rakyat kecil itu. Saat itu pendeta SAE bahkan lebih dari sekedar diintimidasi oleh negara tetapi tetap maju untuk berjuang," ujarnya.
"Sampai - sampai Pangdam BB Pramono waktu itu mengangkat Ephorus HKBP karena dia tidak sanggup mengalahkan Nababan di Sinode Godang. Itu satu satunya, masa Ephorus diangkat panglima militer," sambungnya.
Di saat itu, lanjutnya, perlawanan Pendeta SAE Nababan didukung oleh para penatua dan jemaat HKBP. Demikianlah sepenggal jejak kritis almarhum untuk membela rakyat kecil.
"Almarhum meninggal di usia 87 tahun. Sebenarnya tadi pagi beliau masih sadar dan masih sempat dilaksanakan perjamuan kudus," ucapnya.
"Kalau untuk rumah dukanya masih dirundingkan, apakah di Jalan Rasamala No 31, Menteng Atas Jakarta Selatan atau di Siborong- borong tempat makam Asmara Nababan," tutupnya.
Biodata SAE Nababan, Eks Presiden Gereja Dunia Wafat, Ini Perjalanan Hidup Pendeta 5 Zaman
Dilansir dari website SAEnababan.com, diketahui nama lengkap dari Pendeta SAE Nababan adalah Pdt. Dr (HC). Soritua Albert Ernst Nababan LlD.
Pendeta SAE Nababan lebih banyak dikenal generasi menjelang era reformasi. Baik oleh warga jemaat HKBP maupun para aktivis demokrasi kala itu.
Pendeta SAE Nababan lahir di Tarutung 24 Mei 1933 lalu.
Ia mempersunting Alida Lientje Tobing, perempuan yang awal dikenalnya sebagai guru sekolah minggu.