Tengah Malam Gunung Sinabung Keluarkan Guguran Beruntun Dua Kali
Setelah mengalami aktivitas guguran sebanyak delapan kali pada Kamis (13/5/2021) malam tadi, aktivitas vulkanik Gunung Sinabung ternyata masih tinggi
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul
TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Setelah mengalami aktivitas guguran sebanyak delapan kali pada Kamis (13/5/2021) malam tadi, aktivitas vulkanik Gunung Sinabung ternyata masih cukup tinggi.
Hal ini terbukti, dari adanya aktivitas guguran secara beruntun kembali pada tengah malam ini. Sepanjang Kamis ini, total tercatat 10 kali guguran.
Petugas pengamat Gunung Sinabung, Armen Putra, membenarkan peningkatan aktivitas vulkanik dari dalam perut Gunung Sinabung tengah malam ini.
Ia menjelaskan, hal ini menunjukkan jika aktivitas Sinabung hingga saat ini masih terus terpantau fluktuatif dan cukup tinggi.
"Benar tadi kembali terekam adanya aktivitas guguran, tadi guguran kembali tercatat beruntun," ujar Armen.
Baca juga: TERKINI Gunung Sinabung - Delapan Kali Aktivitas Guguran dalam 2 Jam, Tekanan Magma Cukup Tinggi
Berdasarkan catatan yang didapat dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, aktivitas guguran susulan ini terjadi sebanyak dua kali. Untuk guguran pertama, terjadi sekira pukul 22.17 WIB.
Kali ini, getaran yang ditimbulkan dari dalam perut Gunung Sinabung ini tercatat di alat pendeteksi getaran atau seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm. Dengan durasi kurang lebih selama 342 detik.
Selanjutnya, untuk aktivitas guguran kedua pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos PGA Sinabung mencatat guguran terjadi sekira pukul 22.32 WIB.
Kali ini, untuk getaran yang ditimbulkan dari dalam perut Gunung Sinabung ini tercatat di alat pendeteksi getaran atau seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm. Dengan durasi kurang lebih selama 402 detik.
Lebih lanjut, Armen menjelaskan untuk dua kali aktivitas guguran beruntun ini pihaknya masih belum dapat memastikan seberapa jauh jarak luncuran dari guguran ini. Pasalnya, hingga saat ini visual dari Gunung Sinabung masih tertutup kabut.
Dua jam 8 Kali Guguran
Sebelumnya, dalam kurun waktu dua jam Sinabung mengalami delapan kali aktivitas guguran mulai pukul 19.37 WIB sampai pukul 21.30 WIB.
Ketika dikonfirmasi ke pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), petugas pengamat Gunung Sinabung Armen Putra membenarkan peningkatan aktivitas vulkanik dari dalam perut Gunung Sinabung ini.
Pihaknya mencatat Sinabung mengalami aktivitas guguran sejak sekira pukul 19.37 WIB.
"Benar sejak sekira pukul 19.37 WIB sampai pukul 21.30 WIB, Sinabung mengalami erupsi beruntun. Berdasarkan catatan kita, guguran ini terjadi sebanyak delapan kali," ujar Armen.
Armen menjelaskan, selama dua jam mengalami aktivitas guguran secara beruntun pihaknya mencatat getaran yang ditimbulkan dari dalam perut Gunung Sinabung terekam di alat pendeteksi getaran atau seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm.
Dengan durasi aktivitas kegempaan mulai 197 detik, hingga selama 443 detik.
Ketika ditanya perihal jarak dan arah luncur dari guguran ini, Armen belum dapat mengalami secara visual berapa jauh jarak luncur karena gunung tertutup kabut.
Kondisi kabut yang menutupi gunung ini karena di sekitar puncak gunung sedang diguyur hujan sejak siang tadi.
"Kalau untuk jarak luncurnya sampai saat ini belum dapat teramati. Karena di sekitar gunung tertutup kabut, sehingga kita tidak dapat melihat visual aktivitas guguran ini," ucapnya.
Ditanya perihal penyebab aktivitas guguran beruntun ini, dirinya menjelaskan jika hal ini disebabkan karena tekanan dari dalam gunung yang cukup tinggi.
Selain itu, berdasarkan pengamatan dan catatan yang dimiliki, sampai saat ini Sinabung masih mengalami aktivitas yang cukup tinggi.
"Kalau kita lihat, kini disebabkan karena tekanan magmanya dari dalam gunung cukup tinggi. Selain itu, kita perkirakan guguran ini karena kubah lava yang berada di puncak gunung tidak stabil, sehingga runtuh," ungkapnya.
Lebih lanjut, dengan masih tingginya aktivitas vulkanik dari dalam perut Gunung Sinabung ini, pihaknya memperkirakan jika potensi untuk kembali terjadi erupsi dan awan panas guguran masih cukup tinggi.
Melihat kondisi ini, pihaknya kembali mengimbau kepada masyarakat agar tidak memasuki zona merah yang telah ditentukan.
(cr4/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gunung-sinabung-mengalami-erupsi-dua-kali-hari-ini_lebaran.jpg)