TERNYATA Ini Kelemahan Iron Dome Israel hingga Hamas Tembakkan 1.500 Roket dari Gaza

Israel melakukan 650 serangan ke Jalur Gaza dan menewaskan sekitar 83 warga Palestina termasuk 17 anak-anak, dan lebih 487 orang terluka.

Editor: Tariden Turnip
ISTIMEWA
TERNYATA Ini Kelemahan Iron Dome Israel hingga Hamas Tembakkan 1.500 Roket dari Gaza. Cara kerja Iron Dome, pertahanan udara Israel. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Hingga Kamis 13 Mei 2021, Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza, sudah meluncurkan sekitar 1500 roket ke wilayah Israel dan menewaskan tujuh warga Israel (satu orang tentara tewas kena misil antitank Kornet).

Sebaliknya militer Israel (Israel Defense Forces/IDF) sudah melakukan 650 serangan ke Jalur Gaza dan menewaskan sekitar 83 warga Palestina termasuk 17 anak-anak, dan lebih 487 orang terluka.

Terbaru Kamis subuh, IDF mengklaim menghancurkan bank sentral Hamas, markas keamanan internal serta rumah seorang komandan tinggi Hamas.

Akibatnya warga Palestina di Jalur Gaza  merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1442 H di tengah pemboman udara tanpa henti oleh Israel.

"Sebagian besar Gaza sudah terbangun sampai pagi," kata Safwat al-Kahlout dari Al Jazeera, mencatat bahwa pemboman berlanjut hingga malam dan Kamis pagi.

“Dari waktu ke waktu Anda mendengar ledakan keras, dan gedung-gedung terguncang.”

Di lingkungan Tel al-Hawa Kota Gaza, seorang wanita hamil, Reema Telbani dan anaknya tewas dalam serangan Israel di rumah mereka. Pasangan lansia di lingkungan Sheikh Zayed di Gaza juga terkubur di bawah reruntuhan kediaman mereka, setelah diserang Israel.

Namun serangan roket Hamas belum berhenti meski komandan dan infrastruktur diratakan dengan tanah.

Kota-kota Israel diteror serangan roket Hamas. 

Kini Israel membuka opsi serangan darat ke Jalur Gaza.

Map showing ranges of Hamas' missiles

Opsi ini dilontarkan Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Aviv Kohavi dan sudah disetujui kabinet Benjamin Netanyahu.

Juru Bicara IDF Brigjen Hidai Zilberman mengatakan bahwa rencana tersebut sedang disusun oleh Divisi Gaza dan Komando Selatan dan kemudian dibawa sidang kabinet untuk mendapatkan persetujuan.

"Organisasi kehilangan segalanya," kata Zilberman kepada wartawan pada Kamis pagi.

"Malam ini kami mulai menghancurkan target pemerintah di Jalur Gaza, seperti bank sentral dan gedung keamanan internal. Hamas mulai menemukan celah dan ada tekanan dalam organisasi, bahkan di antara masyarakat Gaza yang kehilangan kesabaran dan melihat reruntuhan ini terus berlanjut menjelang hari raya (Idul Fitri), ”ujarnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved