Longsor dan Banjir Parapat

KETUA Aman Tano Batak Roganda Angkat Bicara soal Banjir Parapat, Singgung Tanaman Eucalyptus

Ketua Aman Tano Batak Roganda Simanjuntak mendesak kehadiran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melihat secara langsung ke lokasi.

Tayang:
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-medan.com/ IST
BANJIR PARAPAT - Beginilah penampakan saat pusat Kota Wisata Parapat, Kabupaten Simalungun diterjang banjir, Kamis (13/5/2021). (Tribun-medan.com/ IST) 

Banjir dan Longsor di Parapat, Ketua Aman Tano Batak Desak KLHK Terjun ke Lokasi, Lihat Kondisi Sebenarnya

TRIBUN-MEDAN.com, PARAPAT - Banjir dan longsor yang terjadi di Parapat, kini jadi perbincangan hangat di ruang publik dan media sosial.

Hal sama juga terjadi di lingkungan (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak, yang notabene memberikan perhatian terhadap lingkungan di kawasan Tapanuli Raya.

Ketua Aman Tano Batak Roganda Simanjuntak mendesak kehadiran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melihat secara langsung kondisi kawasan banjir dan longsor dan penyebabnya.

"Gawaiannya pusat atau KLHK ini lebih besar. Maka, agar ini jangan terus berulang, maka Kehutanan di Dinas Provinsi harus lihat secara jelas. Izin konsesi hutan yang ada di hulu dan bukit Parapat itu harus direvisi dan dicabut. Ini akar masalahnya," ujar Ketua Aman Tano Batak Roganda Simanjuntak saat dikonfirmasi Tribun-medan.com pada Jumat (14/5/2021).

"KLHK harus turun ke lapangan dan melihat secara langsung kondisi terkini hutan di sana," sambungnya.

Dengan kejadian banjir dan longsor yang berulang, ia berharap pemerintah Kabupaten segera tindak lanjuti agar kejadian tersebut jangan lagi berulang.

"Yang kita kesalkan terhadap pemerintah yang sudah lama tahu bagaimana potensi longsor dan banjir itu di daerah itu kan. Karena tiap tahun, kejadian terus itu," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa adanya korelasi antara bencana alam di Parapat dengan aktivitas TPL yang masih marak di kawasan tersebut hingga saat ini.

"Sangat sederhana sebenarnya membuktikan bahwa di hulunya hutan sudah habis. Kita lihat sekarang, monyet-monyet yang ada di pinggir jalan. Kenapa ada di pinggir jalan cari makan? Karena hutan di hulunya kan sudah habis itu, di baliknya juga sudah habis karena ada konsesi TPL," ungkapnya.

Pihaknya menduga bahwa tanaman eukaliptus milik TPL memengaruhi cepatnya terjadi longsor dan banjir yang ada di kawasan pariwisata, Parapat pada Kamis (13/5/2021).

Ia juga menyampaikan bahwa aktivitas TPL masih berlangsung di balik gunung hingga hulu kawasan lokasi longsoran.

Bahkan, ia menduga kuat bahwa aktivitas TPL memiliki korelasi dengan banjir dan longsor tersebut.

Bukan hanya banjir dan longsor, hewan monyet yang seyogianya berada di dalam hutan, secara berangsur mencari makan di pinggir jalan. Bangun ya, hal ini menjadi bukti bahwa hutan di hulu dan perbukitan sudah dibabat.

"Maka, secara kasat mata, kita bisa lihat bahwa hutan di hulu sudah makin habis. Pembuktiannya, monyet sudah cari makan di pinggir jalan dan longsor terjadi setiap tahun. Inilah pengaruh adanya tanaman TPL. Ini sudah akumulasi tindakan TPL selama ini," terangnya.

"Urusan Pemkab untuk mengurus hutan sudah dibatasi pemerintah pusat kan sudah dibatasi kan. Yang menjadi akar persoalannya ini adalah di hulu bahwa hutan alam sudah dibabat," sambungnya.

Saat ini, pihaknya turun ke lapangan melihat secara jelas dan menganalisis lebih mendalam terkait kejadian banjir dan longsor di kawasan pariwisata tersebut.

"Untuk saat ini teman-teman sedang mengobservasi langsung lokasi banjir dan penyebabnya. Maka, hingga saat ini kita belum bisa memastikan apa penyebab dan apakah ada hubungannya secara langsung dengan tanaman TPL yang ada di sana," pungkas Roganda Simanjuntak.

(Cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved