Breaking News:

Longsor dan Banjir Parapat

PARAPAT Harus Waspada - BMKG Wanti-wanti Curah Hujan Lebat Kurun 2 Hari setelah Banjir dan Longsor

Diimbau kepada masyarakat sebagian besar wilayah kabupaten Toba, Humbang Hasundutan,Tapanuli Utara, Simalungun dan Samosir untuk tetap waspada

TRIBUN MEDAN/IST
Pusat Kota Wisata Parapat, Kabupaten Simalungun diterjang banjir, Kamis (13/5/2021). (TRIBUN MEDAN/IST) 

Banjir dan Longsor Landa Parapat, BMKG Sampaikan Curah Hujan Masih Tinggi Sebab Penyebabnya

TRIBUN-MEDAN.com, PARAPAT - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menuturkan bahwa curah hujan  di kawasan Parapat masih tinggi.

Pasalnya, penyebab utama longsor dan banjir di kawasan tersebut adalah hujan lebat. 

"Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat ini menyebabkan meluapnya aliran sungai di Dusun Bangun Dolok," ujar Forecaster BMKG Silangit Andreas Silitonga saat dikonfirmasi Tribun Medan pada Jumat (14/5/2021). 

Bahkan, prakiraan hujan lebat ini masih akan terjadi dua hari mendatang. 

"Menurut prakiraan kondisi hujan dengan intesita sedang hingga lebat masih akan terjadi hingga 16 Mei 2021," sambungnya. 

Lebih lanjut, ia menjadi menjelaskan analisis BMKG seputar terjadinya hujan lewat di kawasan tersebut. 

"Hasil analisis dinamika atmosfer laut menunjukkan bahwa terdapat aktivitas fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) di wilayah Indonesia yang teramati bersamaan dengan aktifnya fenomena gelombang Ekuatorial lainnya seperti gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial," terangnya. 

"Teramati juga pola shear di wilayah kawasan Danau Toba khususnya di desa Sibaganding Kecamatan Parapat, yang dapat membentuk pertemuan dan perlambatan kecepatan angin," sambungnya.

Lanjutnya, ia menjelaskan bahwa kondisi atmosfer yang masih labil pada skala lokal juga mampu meningkatkan potensi konvektif kuat.

Halaman
1234
Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved