Longsor dan Banjir Parapat
PARAPAT Harus Waspada - BMKG Wanti-wanti Curah Hujan Lebat Kurun 2 Hari setelah Banjir dan Longsor
Diimbau kepada masyarakat sebagian besar wilayah kabupaten Toba, Humbang Hasundutan,Tapanuli Utara, Simalungun dan Samosir untuk tetap waspada
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
Banjir dan Longsor Landa Parapat, BMKG Sampaikan Curah Hujan Masih Tinggi Sebab Penyebabnya
TRIBUN-MEDAN.com, PARAPAT - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menuturkan bahwa curah hujan di kawasan Parapat masih tinggi.
Pasalnya, penyebab utama longsor dan banjir di kawasan tersebut adalah hujan lebat.
"Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat ini menyebabkan meluapnya aliran sungai di Dusun Bangun Dolok," ujar Forecaster BMKG Silangit Andreas Silitonga saat dikonfirmasi Tribun Medan pada Jumat (14/5/2021).
Bahkan, prakiraan hujan lebat ini masih akan terjadi dua hari mendatang.
"Menurut prakiraan kondisi hujan dengan intesita sedang hingga lebat masih akan terjadi hingga 16 Mei 2021," sambungnya.
Lebih lanjut, ia menjadi menjelaskan analisis BMKG seputar terjadinya hujan lewat di kawasan tersebut.
"Hasil analisis dinamika atmosfer laut menunjukkan bahwa terdapat aktivitas fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) di wilayah Indonesia yang teramati bersamaan dengan aktifnya fenomena gelombang Ekuatorial lainnya seperti gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial," terangnya.
"Teramati juga pola shear di wilayah kawasan Danau Toba khususnya di desa Sibaganding Kecamatan Parapat, yang dapat membentuk pertemuan dan perlambatan kecepatan angin," sambungnya.
Lanjutnya, ia menjelaskan bahwa kondisi atmosfer yang masih labil pada skala lokal juga mampu meningkatkan potensi konvektif kuat.
"Hal ini yang menyebabkan pembentukan awan hujan menjadi lebih intensif sehingga menimbulkan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," ungkapnya.
Dengan analisis ini, pihaknya menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang berada di wilayah Toba, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Simalungun dan Samosir.
"Diimbau kepada masyarakat khususnya masyarakat di sebagian besar wilayah kabupaten Toba, Humbang Hasundutan,Tapanuli Utara, Simalungun dan Samosir untuk tetap waspada dengan potensi hujan lebat disertai angin kencang yang dapat menyebabkan banjir genangan dan longsor," lanjutnya.
"Masyarakat diharapkan tetap berhati-hati dalam beaktifitas dan tetap memperbarui informasi cuaca melalui media massa maupun media sosial," pungkasnya.
Ephorus HKBP Pdt Robinson Angkat Bicara Sasar Pemerintah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/banjir-parapat4_foto-banjir-parapat.jpg)