Breaking News:

Pemkab Deli Serdang Rapat Bahas Pencegahan Covid-19 Bersama 34 Kades dan 12 Camat

Bila sudah tahu (warga terkonfirmasi positif covid-19) agar langsung dipanggil orang puskesmas untuk dilakukan testing (swab) dan tracing (lacak).

Editor: Ismail
Dok. Humas Pemkab Deli Serdang
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Umum Setdakab Drs.Citra Effendi Capah M.SP memimpin rapat Satgas covid Deli Serdang serta 34 kades dan 12 camat yang saat ini dianggap potensi peningkatan kasus covid-19 di P3UD Deli Serdang, Tanjung Morawa, Kamis (20/5/2021). 

TRIBUNMEDAN.ID, TANJUNGMORAWA - Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Umum Setdakab Drs.Citra Effendi Capah M.SP memimpin rapat Satgas covid Deli Serdang serta 34 kades dan 12 camat yang saat ini dianggap potensi peningkatan kasus covid-19 di P3UD Deli Serdang, Tanjung Morawa, Kamis (20/5/2021).

Dalam rapat tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Umum Setdakab Deli Serdang, Drs.Citra Effendi Capah M.SP menyampaikan setiap Kades/Lurah harus tahu warganya yang positif covid-19. Tujuannya agar dapat dilakukan testing (swab) terhadap yang kontak erat dengan terkonfirmasi positif covid-19.

"Bila sudah tahu (warga terkonfirmasi positif covid-19) agar langsung dipanggil orang puskesmas untuk dilakukan testing (swab) dan tracing (lacak). Kalau orang puskesmas tak mau lakukan testing setelah dipanggil Kades/Lurah maka laporkan ke kami," pinta Capah

Penegasan itu disampaikan Citra E Capah, apabila ada yang positif maka dapat dilaporkan agar sekelilingnya bisa diswab. Sehingga penangan lebih cepat dan penyebaran covid-19 dapat diminimalisir.

"Kalau sudah datang petugas kesehatan pakai baju APD dapat membuat shock therapy kepada warga agar semakin waspada dalam penyebaran covid-19," kata Capah.

Ia juga menyampaikan apabila warga sudah di SWAB maka Kades/Lurah harus juga sampaikan hasilnya kepada warga, jangan buat warga bertanya-tanya. Jemput bola hasil SWAB ke RSUD atau ke Dinkes, sebab hal itu merupakan tugas Kades dan Lurah.

Menurut dia, rata-rata yang meninggal dunia terpapar Covid-19 di RSUD akibat karena sudah parah. Kalau cepat ditangani dengan kepedulian Kades/Lurah terhadap warga untuk tracing mungkin cepat diatasi atau diobati.

"Gunakan kewenangan kekuasaan Lurah/Kades dengan aparat terkait agar warga mau diswab, bila perlu dipaksa. Gandeng semua tokoh agar merangkul warga agar mau diswab demi kebaikan bersama. Jadi harus serius di setiap desa, karena ini menyangkut nyawa. Yang pengaruhi warga itu bisanya yaitu parah tokoh di desa. Pesan Bupati Deli Serdang, agar jangan ada yang menutup-nutupi data (covid-19). Sampaikan sejujur-jujurnya apa adanya." tutur Capah.

"Intinya bagaimana tugas kita untuk menyelamatkan nyawa warga. Saat ini bukan sekedar hanya melaksanakan tugas pokok dan fungsi saja namun lebih dari itu yaitu  pertanggungjawaban kita kepada Tuhan Yang Kuasa dalam menyelamatkan nyawa manusia," tandas Capah menyampaikan pesan Bupati.

Pada kegiatan itu narasumber lainnya yaitu Kadis Kesehatan dr Ade Budi Krista, Kadis PMD Drs. Khairul Azman MAP, Kepala BPBD Drs. Zainal Abidin Hutagalung, Direktur RSUD dr Hanif Fahri dan Tim Pakar Satgas Covid-19 Deli Serdang dr Linda.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved