Breaking News:

Pihak KPUD Sergai Bakar Dokumen Kasus Dugaan Korupsi, Nilai Korupsi Rp 36,5 Miliar

Kalau dari sisa (dokumen) yang dibakar (berkaitan) dugaan terkait dengan proses yang kita sedang tindaklanjuti.

TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN
KANTOR KPU Sergai di Jalan Negara Sei Rampah, Jumat (21/5/2021). Petugas Kejari Sergai menggeledah kantor ini dan menemukan sisa pembakaran dokumen terkait hibah Pilkada 2020. 

TRIBUN-MEAN.com, SEI RAMPAH - Pihak KPUD Serdang Bedagai (Sergai) sempat membakar dokumen yang berkaitan dengan dugaan korupsi yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Sergai. Bekas sisa bakaran dokumen pun sempat ditemukan oleh pihak Kejaksaan dan sudah diamankan. Belum diketahui secara pasti dokumen apa yang dibakar tersebut dan siapa yang sengaja membakarnya.

Terkait adanya pembakaran dokumen ini, Kasi Pidsus Kejari Sergai, Elon Pasaribu pun membenarkannya. Namun demikian ia belum dapat menyimpulkan lebih terkait kasus ini. Disebut kalau mereka masih melakukan tahapan penyidikan umum.

"Ya ada pembakaran dokumen. Kalau dari sisa (dokumen) yang dibakar (berkaitan) dugaan terkait dengan proses yang kita sedang tindaklanjuti," ucap Elon yang ditemui di kantornya Jumat (21/5/2021).

Dikatakannya, pihak Kejaksaan menduga ada dugaan penyalahgunaan anggaran untuk pelaksanaan Pilkada tahun anggaran 2019-2020 yang bersumber dari dana hibah APBD Kabupaten sebesar 36,5 miliar. Terkait kasus ini Elon pun menjelaskan kalau pihak KPUD tidak kooperatif.

"Baru 13 orang yang kita periksa dan masih berstatus saksi. Mulai dari tahap penyelidikan pihak KPUD pun tidak kooperatif dan tidak mendukung. Mereka tidak mau menyerahkan dokumen, datang dipanggil tapi datangnya dengan tangan kosong," kata Elon.

Selain itu ada yang mengaku sakit saat mau diperiksa. Namun tidak dapat menunjukkan keterangan sakit. Surat sakit ditunjukkan setelah beberapa hari kemudian.

"Ketua KPUD belum pernah dipanggil tapi nanti pihak-pihak yang berkaitan akan kita panggil. Komisioner sudah ada dua orang juga yang sudah dipanggil memang. Dokumen yang kita sita saat penggeledahan banyak dan belum kita sortir," katanya.

Saat ini kasus ini pun sudah masuk dalam tahap penyidikan. Belum ada satu orang pun yang dijadikan tersangka. "Dugaan penyalahgunaan dana hibah bersumber dari APBD Kabupaten tahun 2019-2020 yang tidak sesuai peruntukan. Belum ada tersangka karena masih tahap penyidikan umum," kata Elon Pasaribu.

Kasi Intelijen Kejari Sergai, Agus menyebut kalau penggeledahan yang mereka lakukan di kantor KPUD Sergai, Kamis (20/5) selesai pukul 23.00 WIB. Artinya 13 jam lamanya penggeledahan dilakukan. "Karena mati lampu makanya lama kita lakukan penggeledahan kalau nggak bisa lebih cepat,” katanya.

Baca juga: Kejari Sergai Cium Aroma Korupsi Dana Hibah 36,5 M yang Dilakukan KPU 

Ketua KPUD Serdang Bedagai (Sergai), Erdian Wirajaya akhirnya bersedia bicara terkait kasus yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Sergai. Pada saat pihak Kejaksaan melakukan penggeledahan di kantornya, Erdian sempat tutup mulut. Meski demikian Erdian belum bisa memberikan komentar banyak.

Halaman
12
Penulis: Indra Gunawan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved