News Video
Lama Tak Adakan Pegelaran, Tari Perahu Semarakkan Taman Budaya Sumatra Utara
Kemeriahan pegelaran tujuh tarian etnis yang dibawakan oleh penari dari Langkat bernama Sanggar Tari Perahu Etnic Production di Taman Budaya Sumut.
Penulis: Angel aginta sembiring |
Laporan Wartawan TRIBUN-MEDAN. com, Angel Aginta Sembiring
TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN - Kemeriahan pegelaran tujuh tarian etnis yang dibawakan oleh penari dari Langkat bernama Sanggar Tari Perahu Etnic Production di Taman Budaya Sumatra Utara.
Pendiri Sanggar Tari Perahu Etnic Production, Masyhuri mengatakan pegelaran ini bertujuan guna menunjukkan beberapa tarian etnis Sumatra Utara.
"Kami ingin menampilkan beberapa tarian etnis dan membawakan puisi dari sastrawan Tengku Amir Hamzah yang asli dari Langkat, " katanya kepada Tribun Medan di Taman Budaya Sumatra Utara, Komplek PRSU, Jalan Gatot Subroto Kota Medan, Senin (24/5/2021).
"Tarian yang kami bawakan mulai dari tari persembahan lalu tari multietnis, melayu, karo, simalungun, dairi dan batak toba, " sambungnya.
Ketujuh tarian itu masing-masing dibawakan oleh penari asal Langkat yang bergabung dalam Sanggar Tari Perahu yang berjumlah 15 orang penari.
"Masing-masing penarinya berbagi dalam membawakan tarian adat tersebut, ada 15 penari yang terbagi 10 perempuan dan 5 laki-laki, " sambungnya.
Ia juga mengatakan pegelaran ini juga guna merayarakan hari ulang tahun Sanggar Tari Perahu Etnic Production pada 15 Mei 2021 lalu.
"Alhamdullilah sudah 11 tahun Sanggar Tari Perahu Etnic Production, tepat pada tanggal 15 Mei lalu kami hanya merayakannya dengan berkumpul jadi kami ingin merayakannya disinu untuk menunjukkan tarian etnis tersebut," tuturnya.
Meskipun masih dalam masa Pandemi Covid-19, para seniman ini tetap ingin menampilkan kekayaan Indonesia dengan tari-tarian.
"Dalam mempersiapkan penampilan, para penari berlatih selama 1,5 bulan sebelum tampil di Taman Budaya Sumatra Utara hari ini, "
Beberapa seniman juga turut hadir dan mengatakan bahwa kegiatan ini turut mampu melepaskan rasa kerindu terhadap dunia seni yang telah lama tidak tampil di Taman Budaya Sumatra Utara
(Cr9/Tribun-Medan.com)