News Video
BI Rapat Inflasi dan Pangan, Pemprov: Bawang Putih Masih Import dari China
Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Pematangsiantar menggelar rapat pengendalian Inflasi bersama delapan Tim Pengendalian Inflasi Daerah.
Penulis: Alija Magribi |
Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi
TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Pematangsiantar menggelar rapat pengendalian Inflasi bersama delapan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang ada di wilayah kerjanya; Siantar, Simalungun, Batubara, Tanjungbalai, Asahan, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Selatan (Sisi Batas Labuhan).
Pertemuan di Niagara Hotel Parapat, Selasa (25/5/2021), para Tim Teknis TPID yang datang masing-masing dari dinas ketahanan pangan dan dinas pertanian maupun pejabat setingkat asisten.
Kepala KPw Bank Indonesia Pematangsiantar, Edhi Rahmanto Hidayat menyampaikan dalam rangka pencapaian sinergi dalam pemenuhan
komoditas pangan daerah diperlukan adanya optimalisasi produksi dan kerjasama antardaerah.
"Terkait inflasi di Kota Pematangsiantar pada bulan April 2021 sebesar 0,05% (mtm) antara Iain disumbang oleh kenaikan beberapa komoditas diantaranya BBM, cabai merah, emas, minyak goreng, daging sapi, cumi-cumi, dan papaya," ujar Edhi.
Terdapat beberapa hambatan dalam pengendalian inflasi saat ini, kata Edi. Di antaranya terkait inefisiensi struktur komoditas pangan, kendala akses transportasi, kesenjangan informasi, dan terbatasnya kapasitas produksi.
Selanjutnya, dalam rangka strategi optimalisasi produksi komoditas pangan dapat dilakukan dengan beberapa langkah operasional pengembangan komoditas pangan. Misalnya, melalui penyediaan sarana produksi dan alat mesin pertanian, penerapan teknologi budidaya, dukungan alsintan panen, sampai dengan revitalisasi sarana dan kelembagaan pasar produk pertanian.
Penyelenggaraan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dalam memenuhi kebutuhan pangan penting untuk menjaga kestabilan harga di tingkat produsen dan konsumen serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam rapat ini, TPID Kabupaten/Kota diajak menyaksikan keberhasilan kelompok tani Sumber Makmur Majenang yang sukses menyediakan padi di Indonesia dan Koperasi Putera Blitar yang sukses mengelola 25 juta ekor ayam dan 200-250 ton telur per hari.
Sementara itu, Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan Pemprov Sumut - Lusyantini mengatakan, 11 komoditas pangan strategis nasional yang ada di Sumatera Utara tergolong aman, meskipun sebagian diimport dari daerah maupun luar negeri.
Kesebelas komoditas pokok, antara lain beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir, dan minyak goreng.
"Tapi bawang putih masih kita import dari China, daging juga import dan gula juga masih dari Jawa. Komoditas lain tersedia sampai 3 bulan ke depan," kata Lusyantini.
Melalui pertemuan ini diharapkan masing-masing TPID di Sisi Batas Labuhan mampu memutuskan kebijakan yang mampu menjaga keterjangkauan barang dan jasa di Sisi Batas Labuhan.
(tribun-medan.com/Alija Magribi)