Breaking News:

Sudah Sepuh, Oknum Kades Dijebloskan ke Penjara Lantaran Dituduh Mafia Tanah

Oknum kades di Batubara terpaksa mendekam di penjara karena dituduh sebagai mafia tanah dan dilaporkan oleh seorang warga

Ist
Kepala Desa Masjid Lama, Abdullah Sani (kanan pakai baju tahanan) saat dipamerkan di hadapan awak media, Rabu (25/5/2021), Abdullah Sani ditangkap polisi dengan tuduhan memalsukan surat.(IST) 

TRIBUN-MEDAN.COM,BATUBARA--Abdullah Sani cuma bisa menundukkan kepalanya dalam-dalam saat dipamerkan polisi di hadapan awak media.

Sebelumnya, lelaki berusia 51 ini ditangkap karena dituduh sebagai mafia tanah.

Abdullah Sani yang menjabat sebagai Kepala Desa Masjid Lama, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara ini dutuduh menyerobot lahan milik pria bernama Ismail.

Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis mengatakan, kasus ini bermula pada tahun 2020 silam.

Baca juga: DUA Mafia Tanah Kantongi Surat Ekseksusi dari PN Berbekal Surat Palsu, Ini Penjelasan PN Tangerang

Saat itu, Abdullah Sani menerbitkan surat perjanjian pinjam pakai tanah desa kepada kelompok tani Kube Harapan Jaya.

Adapun tanah yang dipinjam pakai tersebut diklaim milik Ismail.

"Dalam kelompok tani ini ada 14 orang. Jadi luas tanah yang disengketakan ini sekira 14 hektare," kata Ikhwan, Rabu (25/5/2021).

Setelah tahu tanah miliknya dikuasai kelompok tani, Ismail datang menemui Abdullah Sani dan kelompok tani.

Dia menanyakan, kenapa tanahnya dikelola oleh kelompok tani.

Baca juga: Muncul Sosok Freddy Kusnadi, Pengusaha Kuliner Hancur Gegara Kasus Mafia Tanah, Laporkan Dino Patti

Padahal, Ismail mengaku memiliki alas hak yang sah berupa enam lembar Surat Keterangan Tanah Tahun 1988 dan kuitansi pembayaran tahun 1988.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved