COVID Malaysia Tembus 8.000 Kasus Sehari, Rumah Sakit Siapkan Kontainer Freezer Mayat
Malaysia terus mencatatkan lonjakan kasus Covid-19 yang pada hari ini, Jumat 28 Mei pertama kali menembus angka 8.000 kasus sehari.
“Pada saat ini, cukup banyak yang malu menjadi orang Malaysia dengan pemerintahan seperti ini yang terus menerus gagal sampai kita dibandingkan dengan tetangga.” tulis akun Gurmesh.
Akun Mahathir Mahzan berkicau “Kami membutuhkan tindakan yang berani, PM (Perdana Menteri) masa perang dan kabinet masa perang yang ramping dan efektif. Sayangnya kami memiliki kabinet yang bengkak dan sangat tidak kompeten.” #KekaisaranGagal.
Meskipun keadaan darurat diberlakukan pada Januari, pemerintah Perdana Menteri Muhyiddin Yassin terlihat masih berjuang untuk mengendalikan infeksi.
Hal ini memicu kemarahan publik. Kementerian kesehatan dan kantor Muhyiddin tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Reuters melaporkan, pasien dalam klip video bernama Abdul Malik Daim (43 tahun), meninggal di samping tempat tidur susunnya, di fasilitas karantina pada Sabtu (22/5/2021).
Pasien Covid-19 Malaysia itu diketahui telah menjalani perawatan selama tiga hari, setelah dia dinyatakan positif mengidap penyakit tersebut.
“Meski batuk terus-menerus, pemeriksaan awal mendiagnosisnya sebagai penderita obesitas dengan tekanan darah tinggi. Abdul Malik dipandang sebagai pasien berisiko rendah karena tidak ada gejala lain,” kata saudaranya, Abdul Rahim Daim.
"Mungkin mereka harus menjalani pemeriksaan lagi atau menyuruh pasien untuk saling waspada, sehingga mereka bisa mendapatkan bantuan tepat waktu," katanya kepada Reuters. (malaysia kini/kompas.com)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Malaysia Tertekan Lonjakan Covid-19, Warga Luapkan Amarah Lewat Tagar #KerajaanGagal"
Penulis : Bernadette Aderi Puspaningrum
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/malaysia-catat-lonjakan-kasus-covid-19.jpg)