Anaknya Dibunuh, Ibu Ini Rencanakan Balas Dendam yang Gila, Ucapannya di Pengadilan Buat Merinding
Putra satu-satunya dibunuh, ibu ini merencanakan balas dendam yang gila. Ucapannya di pengadilan membuat banyak orang merasa merinding.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
Han Lang melihat putranya menangis dan mengadu kepada orangtua Truong berkali-kali, menyebabkan Truong dipukul berkali-kali oleh orangtuanya.
Pada hari kasus itu terjadi, Liang Lang dalam perjalanan pulang ke rumah.
Dia kemudian dihentikan oleh Truong dan mengejeknya.
Baca juga: Seorang Ayah Bawa Anaknya ke Toilet Kereta karena Terus Nangis, Polisi Bongkar Kejahatannya
Baca juga: Anaknya Teriak Tengah Malam, saat Diperiksa, Pasutri Ini Panik Lihat Anaknya Nyaris Mati di Kamar
Keduanya langsung terlibat perkelahian. Khawatir Liang Lang kembali mengadukannya kepada orangtuanya, Truong mendorong Liang Lang ke dalam lubang selokan terdekat.
Tidak hanya itu, dia juga mengambil batu dan melemparkannya kepada Liang Lang.
Karena masih remaja, Truong hanya dijatuhi hukuman tiga tahun pendidikan ulang.
Keluarga Truong juga harus memberikan kompensasi kepada Han Lang sebesar 150 ribu Yuan (Rp 336 juta).
Hal ini membuat Han Lang hampir pingsan karena hukuman pelaku terlalu ringan.

Yang paling menyebalkan, keluarga Truong tidak memberikan pemintaan maaf yang tulus.
Mereka tidak pernah meminta maaf dan bahkan mengutuk Han Lang dengan buruk.
Keluarga itu juga tidak memberikan kompensasi dengan banya alasan hingga pembayarannya terlambat.
Semua dendam terpendam.
Pada November 2006, Han Lang mengambil sebotol asam dan melemparkannya langsung ke arah seorang gadis kecil yang duduk di dalam mobil, lalu tersenyum puas.
Korbannya tak lain adalah putri bungsu dari keluarga Truong.
Han Lang langsung ditangkap polisi.